Dulohupa.id – Terkait gaji aparat desa di Kabupaten Gorontalo tertunda selama 3 bulan, pemerintah daerah janjikan akan bayar di awal tahun 2025. Hal ini diungkapkan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat menemui aparat desa se-Kabupaten Gorontalo menggelar yang unjuk rasa di Menara Keagungan Limboto, Senin (09/12/2024).
Nelson mengatakan, tertundanya pembayaran gaji dari alokasi dana desa atau ADD lantaran minimnya anggaran. Sebagian besar pendapatan daerah di tahun 2024 terpakai pada Pilkada 2024.
Bupati menjanjikan pebayaran gaji akan dirapel pada awal tahun 2025 mendatang.
Simak Video Janji Bupati Kabupaten Gorontalo yang Akan Membayar Ribuan Gaji Aparat Desa Nanti Pada Tahun 2025
“Kenapa tidak bisa dibayar, saya tegaskan ini tidak di korupsi oleh bupati dan anggota dewan. Tidak ada korupsi disitu, kami tidak mengambil uang bapak ibu sekalian. Kenapa terjadi begini, karena adanya pilkada yang anggarannya 30 miliar untuk pilkada. Saya yakin dan percaya, siapapun bupatinya tidak akan membayar ini karena kita menghadapi pilkada tahun ini. Jadi tahun depan kita bayarkan untuk di rapel,” tegas Nelson.
“Jika ada aparat desa yang tidak menerima tahun depan, silakan anda mengajukan kepada saya. Tinggal 20 hari, tahun depan. Tidak mungkin bupati, anggota dewan menyepelehkan hak-hak anda. Alahamdulillah melalui pembahsan anggaran tahun depan apbd kita sudah tutup dan sekarang sudah berada di gubernur. Insya allah minggu ini atau minggu depan sudah keluar, kami akan merealisasikan apa yang menjadi tuntutan bapak ibu” sambung Nelson.
Janji Bupati Gorontalo ditanggapi salah satu aparat desa Molimo, kecamatan Batudaa Panati, Agus N. Ali. Dirinya mengatakan bahwa wacana tersebut tak rasional.
“Iya itu tidak rasional, bagaimana mau dibayarkan tahun depan, sementara paku anggaran untuk tahun depan untuk dipersiapkan untuk tahun 2025,” ujar Agus kepada awak media.
“Sementara ini hutang tahun 2024, jangan sampai hutang di tahun ini diwariskan ke pemerintah selanjutnya,” tambahnya.
Bahkan menurut Agus, dirinya menjadi khawatir jika gaji yang seharusnya dibayarkan di tahun ini kemudian dijanjikan akan dibayarkan di tahun depan, dimana hal tersebut bisa saja akan menjadi beban buat bupati dan wakil bupati terpilih nantinya.
Aksi tersebut merupakan bentuk tindakan protes dari aparat desa terhadap pemerintah daerah di Kabupaten Gorontalo itu sendiri.
Masa aksi berharap, dengan menggelar unjuk rasa kali ini dapat memberikan kejelasan terhadap keterlambatan pembayaran gaji aparat desa yang belum terbayarkan untuk gaji bulan Oktober, November dan Desember.
Reporter Yayan











