Dulohupa.id – Bulog Gorontalo memprediksi harga beras di pasaran Gorontalo akan turun nanti setelah lebaran Idul Fitri tahun ini. Kenaikan harga beras di pasar-pasar atau distributor, kian menyiksa masyarakat hingga pelaku-pelaku usaha kecil.
Kepala Bulog Gorontalo, Munafri Syamsuddin mengatakan bahwa kenaikan harga beras diakibatkan beberapa faktor, seperti panen yang belum serentak di Provinsi Gorontalo.
“Insya Allah diperkirakan, saat koordinasi kami dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, disampaikan kepada kami bahwa mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, Insya Allah setelah selesai lebaran yaa, bulan Maret itu akan ada panen serentak. Tentu setelah ada panen serentak, harga beras sudah mulai menurun,” ujar Munafri kepada Dulohupa, dikantornya pada Rabu (28/02/2024).
Diketahui, harga beras di pasaran Gorontalo hari ini sekitar 14 ribu sampai 19 ribu per kilogram ataupun perliternya.
Harga yang naik, selain diakibatkan oleh panen yang tak serentak di Gorontalo, juga disebabkan karena pengambilan beras oleh distributor dari luar Provinsi Gorontalo.
“Rata-rata beras itu dari Sulsel dan Sulteng, yaa tentu harga disana cukup mahal, sampai disini tentu harga agak mahal lagi,” tutur Munafri.
Reporter: Yayan












