Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOPEMKAB BONE BOLANGO

Buku Karya Tulisan Bupati Hamim Pou Dinilai Bakal Mendunia

×

Buku Karya Tulisan Bupati Hamim Pou Dinilai Bakal Mendunia

Sebarkan artikel ini
Buku Hamim Pou
Kepala perpustakaan nasional RI, Muhammad Syarif Bando saat memberikan sambutan dalam Launching buku Belajar Dari Bone Bolango "mengkaji kebijakan pengentasan kemiskinan di pedesaan". Foto: Kominfo Bone Bolango.

Dulohupa.idBuku hasil tulisan Bupati Kabupaten Bone Bolango, Hamim Pou digadang bakal mendunia. Hal ini didukung oleh perpustakaan nasional Republik Indonesia yang akan mendigitalisasi buku tersebut.

Buku dengan judul Belajar dari Bone Bolango “mengkaji kebijakan pengentasan kemiskinan di pedesaan” merupakan sebuah tulisan dari seorang Bupati dengan sejuta prestasi dan pengalaman dalam membangun daerah. Buku dengan 176 halaman yang diterbitkan oleh kepustakaan populer Gramedia, berisikan pembahasan yang mengupas segala permasalahan terkait pengentasakan kemiskinan di Gorontalo maupun di Kabupaten Bone Bolango.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando menyampaikan rasa bangga atas buku yang telah di lauching oleh Bupati Hamim Pou tersebut.

“Saya selalu membandingkan buku dengan senjata, dimana 1 peluru hanya bisa menembus 1 kepala, tapi sejatinya telah menghancurkan jutaan nilai kemanusiaan. Namun 1 buku yang kita digitalkan akan menembus jutaan kepala dan akan menumbuhkan milyaran nilai kemanusiaan yang baru. Yang paling penting adalah, jika kita ingin mengenal dunia maka bacalah buku, tapi jika ingin dikenal dunia maka menulislah,” Ujar Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando.

Lebih lanjut Syarif mengatakan bahwa jika diizinkan,  buku Belajar dari Bone akan dimasukkan dalam digital perpustakaan nasional. Dimana hanya membutuhkan waktu 3 bulan untuk buku tersebut dapat dikenal, bukan hanya di perpustakaan nasional Indonesia, namun di seluruh perpustakaan nasional dunia yang menjadi mitra perpustakaan nasional RI.

“Ada empat faktor penyebab kemiskinan, diantaranya penguasaan ilmu pengetahuan, Skil, inovasi dan kreativitas. Ada juga akses terhadap permodalan serta culture atau budaya malas dari masyarakat itu sendiri. Maka dengan adanya buku ini, tentu diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap upaya pengentasan kemiskinan,” Pungkas Syarif Bando.

Dirinya juga menegaskan agar perpustakaan nasional tidak boleh hanya menjadi penjaga atau pelestari sejarah, karena jika demikian akan hanya menjadi budak sejarah. Dirinya berharap perpustakaan mapun seluruh unsur masyarakat harus menjadi pencipta sejarah.

“Hari ini kita telah ciptakan sejarah baru, dimana seorang bupati dari Bone Bolango mengupas tuntas bagaimana cara mengentaskan kemiskinan. Namun memang saat ini yang menjadi perkara adalah bagaimana buku ini bisa mendapat respon dari semua pihak yang berkepentingan, berkewajiban, dan berkewenangan. Namun ini menjadi awal yang membanggakan, karena penerimaannya sudah luar biasa dari banyak pihak, tinggal bagaimana kedepan kita gali lebih dalam lagi,” Tandasnya.

Reporter: Kris