Dulohupa.id – Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekukan sejumlah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) diduga gelar kegiatan bakti sosial (Baksos) tanpa izin ke pihak Fakultas.
Tak tanggung tanggung, 7 orang mahasiswa yang masing masing menjabat sebagai ketua HMJ/Senat diberikan sanksi skorsing selama 1 semester.
Keputusan itu dilakukan pihak Fakultas sejak 17 Desember 2024 yang didasari adanya pelanggaran yang dilakukan mahasiswa dalam hal ini dikoordinir oleh Ormawa yang ada di lingkungan Fakultas Teknik.
Dekan Fakultas Teknik UNG, Sardi Salim mengatakan pelanggaran yang dilakukan berupa kegiatan dengan mengumpulkan banyak mahasiswa baru dalam kegiatan yang disebut “Baksos” tanpa adanya pemberitahuan kepimpinan Fakultas maupun Jurusan.
Ia menegaskan bahwa di Fakultas Teknik telah memiliki aturan yang diputuskan melalui rapat senat Fakultas Teknik.
“Salah satu pasalnya melarang kegiatan mahasiswa yang dilakukan diluar Fakultas dengan mengumpulkan mahasiswa yang banyak tanpa pemberitahuan dan seizin dari pimpinan. Mengapa ini kita larang, karena memang di Fakultas Teknik ini ada semacam tradisi atau kegiatan mereka yang laksanakan setiap tahun,” Ujar Dekan Fakultas Teknik UNG, Sardi Salim.
Baca Juga: Beri Dampak Negatif, Dekan Fakultas Teknik UNG Didesak Cabut Skorsing 7 Mahasiswa
Setelah ditelusuri, Dekan Fakultas Teknik UNG mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilakukan bukanlah bakti sosial. Namun kegiatan itu hanya penerimaan mahasiswa baru di lingkup jurusan masing masing yang diduga masih terdapat tindak perpeloncoan.
“Jadi mahasiswa yang senior itu membalas memukul adiknya, dan kejadian itu sudah berlangsung terus setiap tahun. Dan ini sudah pernah meninpa anak saya, tahun 2020 anak saya hampir buta matanya karena ditendang sama seniornya,” ungkap Sardi Salim.
Kegiatan itu pun telah dirapatkan oleh Senat Fakultas dan menyatakan bahwa kegiatan tersebut kegiatan yang dilarang. Akibatnya, Dekan Fakultas Teknik pun memutuskan untuk membekukan Ormawa yang terlibat, yakni Senat mahasiswa serta HMJ yang ada di lingkungan Fakultas Teknik. Bahkan, pihak Fakultas turut memberikan sanksi skorsing kepada 7 mahasiswa yang masing masing sebagai ketua Ormawa.
“Mereka sudah diberitahu, bahkan setiap tahun kita sampaikan dan kita coba ajak kalau buat kegiatan diluar agar kita laksanakan secara bersama, melibatkan pimpinan Fakultas, Jurusan dan Dosen. Tapi dasar mahasiswa entah kenapa mereka sembunyi sembunyi itu. Saya khawatir masih ada pemukulan pemukulan seperti itu,” tutur Sardi.
Lebih lanjut, Sardi Salim juga menegaskan terkait dengan skorsing yang diberikan kepada 7 mahasiswa itu berlaku pada semester ganjil yang saat ini akan berakhir. Artinya seluruh mata kuliah yang telah dilewati akan secara otomatis Eror atau tidak diberikan nilai meski telah mengikuti ujian akhir semester.
Dekan Fakultas Teknik UNG berharap hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dan bisa memperbaiki tata kelola dan kegiatan di setiap Ormawa.
Redaksi












