Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

BPS Kerahkan 600 Petugas Lapangan untuk Lakukan Sensus Penduduk Secara Tatap Muka

Dulohupa.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo akan melaksanakan Sensus Penduduk (SP) 2020 secara tatap muka langsung, pada bulan September 2020 mendatang. SP itu akan dilakukan oleh 600 petugas lapangan.

“Petugas kami latih dan karena ini pada posisi lagi pandemi, jadi petugas ini wajib rapid test. Jadi kalau dia kena gejala maka kita tidak gunakan sebagai petugas. Petugas kami tetap menggunakan APD, kami fasilitasi dan wajib sosial distancing,” ungkap Herum Fajarwati, Kepala BPS Provinsi Gorontalo.

Adapun pada SP 2020 ini akan petugas akan melakukan pengisian dan verifikasi data secara tatap muka di lapangan. Pada tahap ini, para petugas sensus akan melakukan pemeriksaan daftar penduduk, verifikasi lapangan, dan pencacahan mandiri oleh penduduk yang belum mengisi kuesioner sensus secara daring pada tahap sebelumnya.

Sebelumnya, BPS juga telah menyelesaikan SP 2020 secara daring pada Mei 2020 kemarin. Provinsi Gorontalo sendiri pada SP 2020 yang dilakukan secara daring sendiri, meraih prestasi terbaik kedua Nasional. Dari target sebesar 12 persen terhadap total penduduk yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengikuti SP 2020 secara daring, Provinsi Gorontalo mencatatkan capaian sebesar 211,15 persen.

“Alhamdulillah untuk Gorontalo hasilnya 211% dari yang ditargetkan jadi merupakan posisi kedua setelah Provinsi Sulawesi Utara. Jadi dengan posisi itu masih ada sebagian yang harus kita kunjungi sehingga datanya nanti setelah digabung itu menjadi data kependudukan untuk Provinsi Gorontalo,” jelas Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati, saat diwawancarai media di rumah dinas gubernur, Jumat (14/8/2020).

Angka Kemiskinan Gorontalo Turun di Angka 15,22 Persen

Selain membahas sensus penduduk secara tatap muka, Herum yang sempat berbincang dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kembali mempertegas capaian penurunan angka kemiskinan di Gorontalo. Dengan jelas ia mengatakan penurunan angka kemiskinan hingga 0,09 persen menjadi sebuah prestasi Gorontalo yang patut dibanggakan.

“Dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki Gorontalo, justru penurunan angka kemiskinan yang cukup cepat ini merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi Provinsi Gorontalo. Ini mengindikasikan bahwa pembangunan di Gorontalo cukup bagus,” ucap Herum dihadapan Gubernur Rusli.

Herum melanjutkan, provinsi lain yang usianya jauh lebih tua dari Gorontalo justru angka kemiskinannya cukup tinggi. Ia mencontohkan Provinsi NTT, Papua dan Papua Barat.

Menanggapi hal itu, Gubernur Rusli meminta data valid tentang perbandingan angka kemiskinan di tiap Provinsi. Ia menilai selama ini banyak pihak yang menyebut Gorontalo adalah daerah termiskin tanpa tahu dan punya data.

“Ini yang mereka angkat terus, miskin miskin. Padahal kalau dilihat, listrik kita juga sudah surplus, keamanan kita berusaha jaga. Kecuali banjir kemarin ya, itu faktor alam. Kalau yang lainnya kita berusaha stabilkan,” pungkasnya. **(rtr1)