Dulohupa.id – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus berupaya melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting yang ada di Bone Bolango. Jumlah kasus stunting di Kabupaten Bone Bolango sendiri mencapai 1190 kasus dan membutuhkan anggaran hingga 10 Milliar rupiah.
Pemda Kabupaten Bone Bolango sendiri saat ini tengah melakukan kolaborasi multipihak dengan cara menggandeng berbagai stakeholder yang ada di Kabupaten Bone Bolango. Antaranya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perbankan, perguruan tinggi, organisasi wanita maupun organisasi masyarakat, media massa hingga para pengusaha. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya dalam mengintervensi kasus stunting di Kabupaten Bone Bolango, sehingga nol persen angka stunting yang ditargetkan pada 2024 nanti dapat terwujud.
Ketua Tim percepatan penurunan stunting Bone Bolango, Merlan Uloli mengatakan bahwa sebelumnya juga telah dilaksanakan best practice penanganan stunting di Sumedang dan melakukan studi banding ke Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja, akan tetapi diperlukan sebuah kolaborasi dengan pihak lain untuk bisa membantu dan mendukung program pemerintah dalam menurunkan dan mencegah angka stunting.
“Disamping kita melakukan intervensi melalui program-program yang ada, kita juga tentu akan melakukan intervensi dari hulu. Selain itu, kami juga mengharapkan adanya dukungan dana CSR dan dukungan lainnya dari kemitraan yang kita buat ini. Hal ini sebagai bentuk tanggungjawab sosial dalam lingkungan usaha dari berbagai pihak,” Ungkap Wabup Merlan Uloli.
Wabup Merlan juga mengungkapkan bahwa pemerintah Kabupaten Bone Bolango, setidaknya membutuhkan anggaran hingga 10,6 Milyar Rupiah lebih dalam menekan angka stunting yang hingga saat ini masih terdapat 1.190 kasus yang tersebar di 22 lokus stunting.
Reporter: Kris











