Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANKOTA GORONTALO

Beri Obat Kedaluwarsa ke Pasien, Puskesmas Dumbo Raya Siap Bertanggungjawab

×

Beri Obat Kedaluwarsa ke Pasien, Puskesmas Dumbo Raya Siap Bertanggungjawab

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Dumbo Raya
Kepala Puskesmas Dumbo Raya, Fadli Biki. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Pihak Puskesmas Dumbo Raya, Kota Gorontalo mengakui lalai memeberikan obat Kedaluwarsa kepada seorang Pasien.

Fadli Biki, Kepala Puskesmas Dumbo Raya, menjelaskan bahwa dalam situasi ramai, konsentrasi petugas menurun dan tanpa disengaja obat yang sudah Kedaluwarsa diberikan.

“Tidak ada niat buruk untuk memberikan obat yang sudah expired. Kami mohon maaf atas kejadian ini,” ujar Kepala Puskesmas Dumbo Raya kepada awak media, Kamis (18/9/2025).

Fadli juga menegaskan bahwa kejadian ini adalah yang pertama kali terjadi di Puskesmas Dumbo Raya. Meskipun obat tersebut sudah disendirikan dari obat lain, kesalahan dalam pengambilan tetap terjadi.

“Obat yang Kedaluwarsa itu masih tergabung dalam satu area, meskipun sudah dipisahkan,” tambahnya.

Setelah mengonsumsi obat Kedaluwarsa, pasien tersebut telah dibawa ke dokter spesialis paru, Dr. Sukri, yang menyatakan bahwa kondisi pasien aman dan tidak ada efek samping dari obat yang diminum.

Obat yang diberikan kepada pasien tersebut dikonsumsi selama kurang lebih tiga hari. Tim dari Puskesmas juga telah melakukan pengecekan ke rumah pasien dan tidak menemukan perubahan kondisi setelah mengonsumsi obat tersebut.

Mengenai penyimpanan obat, Fadli menjelaskan bahwa obat-obatan program telah diserahkan kepada penanggung jawab yang berwenang. Semua obat yang telah Kedaluwarsa dipisahkan dan dibawa ke dinas kesehatan untuk pengelolaan lebih lanjut.

“Kami siap bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Fadli.

Puskesmas juga berkomitmen untuk memantau kondisi pasien setiap tiga hari dan memberikan perawatan gratis jika diperlukan.

Kemudian Puskesmas Dumbo Raya juga berjanji untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyimpanan dan distribusi obat demi keamanan pasien di masa mendatang.

Reporter: Maya