Dulohupa.id – Gebyar qunut atau malam qunut telah menjadi tradisi turun temurun yang masih dijaga dan dilestarikan masyarakat Gorontalo hingga kini.
Tradisi ini terus diperingati pada momen bulan suci ramadhan, hal ini menandai setengah jalan ibadah ramadhan telah dilalui.
Gebyar qunut yang dilaksanakan di Lapangan Porbat Desa Payunga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo berlangsung dari tanggal 3 sampai 5 Maret 2026 dan hari ini menjadi puncak dari peringatan ini.
Sudah menjadi kebiasaan masyarakat, di malam puncak gebyar qunut terpantau antusias masyarakat yang datang sangat ramai. Dan ini bukan hal baru, karena pada setiap tahunnya memang demikian.
Masyarakat yang datang selain ikut memeriahkan, juga turut berburu pisang dan kacang yang telah menjadi ciri khas dari peringatan ini.
Saat diwawancarai, salah satu pedagang pisang dan kacang, Simon Erlama mengungkapkan bahwa pelaksanaan gebyar qunut tahun ini cukup lumayan, dan masyarakat yang datang sangat ramai.
Berkaca pada peringatan tahun sebelumnya, memang saat itu kondisi dilokasi hujan dan berpecek, sehingga cukup berpengaruh.
“Kalau untuk sekarang ini (gebyar qunut) beda dengan yang lalu, kalau yang lalu itu musim hujan berpecek,” ujar Simon kepada awak media pada Kamis (05/03/2026) malam.
Dengan kondisi cuaca yang cukup bersahabat, Simon mengatakan penjualan pisang dan kacang cukup lumayan. Tingginya pendapatan penjualan kata Simon memang nanti dimalam puncak ini.
“Untuk pendapatan cukup lumayan. (banyak pembeli) itu dihari terakhir ini,” tandasnya.
Reporter: Yayan











