Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKOT GORONTALOPERISTIWA

Begini Strategi Pemkot Gorontalo Cegah Penyakit Katarak untuk Warganya

×

Begini Strategi Pemkot Gorontalo Cegah Penyakit Katarak untuk Warganya

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

Dulohupa.id- Pemerintah Kota Gorontalo terus berupaya mencegah penyakit katarak untuk warganya. Strategi penanggulangan penyakit ini terungkap dalam rapat tindak lanjut kegiatan bakti sosial operasi katarak di Aula Kantor Wali Kota Gorontalo, belum lama ini. 

Dalam rapat tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Deddy Kadullah menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan identifikasi dini pencegahan penyakit tersebut untuk para warga usia renta. 

Kata dia, meminimalisir kerawanan pengidap katarak, upaya penanganannya akan menyasar dari hulu ke hilir untuk. Caranya, dengan mengintensifkan pemeriksaan kesehatan bagi penderita penyakit penyerta.

Sebelumnya, bakti sosial operasi katarak yang digelar Pemerintah Kota Gorontalo bekerjasama dengan Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), sukses terlaksana. Hanya saja, tidak mencapai 100 orang kuota yang disiapkan. Sebab, beberapa terkendala riwayat penyakit penyerta atau komorbid. 

“Ini yang menjadi PR bagi kita semua. Dari 100 orang yang ditargetkan, hanya 36 orang yang memenuhi syarat bisa dioperasi,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Deddy Kadullah saat memimpin rapat.

Dari pengalaman tersebut, Deddy meminta dinas kesehatan mendata dan menelusuri riwayat penyakit yang diderita khususnya para usia renta. Dengan demikian, upaya menekan angka penyakit katarak akan lebih efektif.

“Tidak hanya melakukan pengobatan, tapi juga dibarengi dengan pencegahan,” ujar Deddy.

Menuntaskan katarak juga menjadi program prioritas Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Sebab, program untuk menjadikan Kota Gorontalo bebas kebutaan akibat katarak, telah dimasukan dalam rencana strategis hingga 2024. 

“Kita targetkan 2024, Kota Gorontalo bebas kebutaan,” ucap Muhammad Kasim, kepala dinas kesehatan setempat yang juga hadir dalam rapat tersebut. 

Ia pun juga berencana, akan melanjutkan kegiatan sosial operasi katara pasca Idul Adha nanti. 

“Bagi yang tertunda, akan kita screening kembali. Sisanya kan lagi ada 64, tapi apabila ada yang ingin mendaftar kita beri kesempatan,” ujar Mohammad Kasim.

Reporter: Has