Untuk Indonesia

Begini Evaluasi Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Blitar

Dulohupa.id- Pelaksana harian (Plh) Bupati Blitar, Mujianto melaporkan kepada Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di kabupaten tersebut, siang kemarin, Selasa (23/2).

Dalam rapat koordinasi, analisa, dan evaluasi tersebut, Mujianto menyebut, bahwa minggu pertama penerapan PPKM, masih terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan. Namun kemudian pada minggu selanjutnya terjdi penurunan kasus.

Baca Juga:  Awas! Obat Terlarang Trihexyphenidyl  Beredar di Gorontalo

“Artinya, Kabupaten Blitar yang semula zona merah menjadi hijau. Akan tetapi PPKM Mikro dinilai mampu menekan perkembangan COVID-19,” ujar Mujianto di hadapan Khofifah.

Mujianto pun juga mengungkapkan, bahwa kasus kematian akibat COVID-19 di kabupaten tersebut mengalami penurunan yang signifikan.

Saat ini, pihaknya kata dia telah mendirikan posko ke seluruh desa dan kelurahan di kabupaten tersebut. Ada setidaknya 220 posko yang telah terbentuk di desa, lalu 28 posko di kelurahan, sehingga total posko saat ini berjumlah 248.

Baca Juga:  Kakek 80 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Mangga

Meski begitu, di tempat terpisah, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Timur, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo menyebut, bahwa pelaksanaan PPKM Mikro sebetulnya masih belum maksimal dan harus ditangani dengan baik.

“Sehingga kita akan menggerakkan posko Satgas COVID-19 yang ada di daerah dengan penuh tanggung jawab. Untuk Kabupaten Blitar segera bisa ditindaklanjuti,” pesan Brigjen Slamet kepada Plh Bupati Blitar melalui virtual.

Baca Juga:  Tak Patuh Aturan, Sejumlah Cafe dan Warung Makan Ditutup Paksa

Adapun rapat koordinasi tersebut juga diikuti oleh tim Satgas COVID-19 dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni membahas tentang perkembangan COVID-19, serta perkembangan pelaksanaan dana desa (DD).

Reporter: Soni Irawan

Comments are closed.