Dulohupa.id – Banjir bandang kembali melanda Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo sejak Sabtu sore hingga malam hari, (17/12/2022). Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Boalemo, 5 desa di Kecamatan Tilamuta menjadi lokasi terparah terdampak banjir setinggi hingga 70 sentimeter.
Banjir susulan ini mengakibatkan warga panik hingga terpaksa mengungsi di sejumlah masjid maupun rumah-rumah warga yang tidak terdampak banjir.
Bahkan ada sejumlah warga yang mengaku barang maupun makanan di dalam rumahnya hanyut terbawa air. Para warga juga terpantau hanya berharap meminta bantuan makanan melalui media sosial.
“Lapaarr uti mana bantuan, Torang (Kami) punya makanan so (Sudah) anyorr. Banyak bayi dan balita disini, sudah dingin dan lapar,” tulis Indah Nda dalam postingannya di akun Facebook.
“Torang di Masjid Al-Kautsar, so dingin dengan lapar sekali,’ sambungnya.

Koban banjir lainnya juga meminta bantuan agar seorang nenek bisa dievakuasi karena sakit saat mengungsi di Masjid At-Taqwa.
“Tolong bantuan kasiang, Nenek Fariq so (sudah) sakit dan mengungsi di Masjid At-Taqwa Desa Piloliyanga. Tilamuta So banjir lagi,” tulis Agnes Potale dalam postingan akun facebooknya.

Saat ini pihak BPBD Kabupaten Boalemo, Polri dan TNI beserta pihak lainnya masih mengevakuasi warga terdampak banjir menggunakan perahu karet. Petugas di lokasi masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir
Sebelumnya pada Jumat (17/12/2022) malam, 6 Desa di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo terendam banjir. Banjir terjadi disebabkan oleh luapan dua sungai yang ada di Kecamatan Tilamuta.
“Ada enam desa yang terendam, yakni Hungayonaa, Pilolianga, ayuhulalo dan Lamu, sementara terparah itu desa Mohungo dan Limbato” ucap Kepala BPBD Boalemo, Mans Mopangga pada Jumat kemarin.
Hingga Sabtu malam, sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo masih diguyur hujan deras. Warga diminta waspada banjir maupun tanah longsor.
Tim Liputan











