Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Balap Motor Pertama di Tengah Pandemi di Gorontalo. Berhadiah 90 Juta Rupiah

Dulohupa.id – Meski pandemi COVID-19 belum berakhir, namun Cats Management, sebuah club penyelenggara balap motor berlisensi Nasional, akan menggelar perlombaan balap motor di Sirkuit Sang Profesor, di Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Perlombaan akan berlangsung pada 28 hingga 30 Agustus 2020.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Gorontalo, Ridwan Bobihoe saat ditemui mengungkapkan, bahwa perlombaan tersebut sudah dibicarakan bersama satuan tugas COVID-19 kabupaten setempat.

“Saya selaku ketua IMI Provinsi Gorontalo mengizinkan event(perlombaan) ini, karena atas dasar Keputusan bersama dari surat rekomendasi dari instansi terkait dan surat izinnya itu ada sama saya,” ungkap Ridwan ditemui saat di Sirkuit Sang Profesor, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Sabtu, (15/8/2020)

Lebih lanjut kata Ridwan, perlombaan ini karena digelar di tengah pandemi, maka tentu akan tetap mematuhi protokol kesehatan. Semisal pembalap dari luar daerah akan diwajibkan untuk membawa surat bebas COVID-19 dari daerahnya masing-masing. Tidak hanya pembalap saja, namun seluruh tim yang ia bawa.

“Pembalap dari luar daerah wajib membawa surat bebas COVID-19 dari daerah mereka masing-masing. Bila ada yang tidak membawa surat tersebut, ditindak keras tidak perbolehkan mengikuti event itu,” tandasnya

Sementara itu, Defriyanto Katili, salah satu anggota penyelenggara perlombaan itu mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menyediakan tempat penyemprotan atau bilik disinfektan di pintu masuk sirkuit. Selain itu, juga akan meyediakan tempat cuci tangan.

“Pembalap maupun crew (tim) dan penonton wajib menaati protokol kesehatan, yakni pakai masker dan wajib cuci tangan. Pihak kami menyediakan 3 bilik penyemprotan disinfektan,” jelas Defriyanto

Lebih lanjut defri membeberkan, bahwa perlombaan ini akan memperebutkan hadiah uang tunai sebesar 90 juta rupiah. Dan saat ini sudah ada empat daerah yang melakukan pendaftaran. Di antaranya dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Ia juga mengungkapkan, untuk masyarakat yang ingin menonton perlombaan tersebut, akan dikenakan biaya masuk 25 ribu rupiah dan hanya dibatasi untuk 1.500 penonton. Sehingga masyarakat yang tidak bisa menonton langsung, pihak panitia akan menyiarkan perlombaan tersebut secara live streaming di media sosial.

“Biaya masuk untuk penonton itu Finalnya kita kenakan biaya 25 ribu rupiah, dan ada live streaming sosmed, ” tutup Defriyanto.

Reporter : Fandiyanto Pou