Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialKOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Bahas Ranperda RTRW, Marten Paparkan Kondisi Wilayah Kota Gorontalo

×

Bahas Ranperda RTRW, Marten Paparkan Kondisi Wilayah Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
RTRW Kota Gorontalo
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memaparkan konsep dan kondisi wilayah Kota Gorontalo dalam pembahasan Ranperda RTRW Provinsi Gorontalo 2023-2043. Foto: Diskominfo

Dulohupa.id – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha memaparkan sejumlah konsep penataan dan kondisi wilayah Kota Gorontalo dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2023-2043 Provinsi Gorontalo.

Kota Gorontalo merupakan ibu Kota Provinsi Gorontalo dan tentu menjadi tolak ukur kemajuan Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu, Marten Taha kemudian telah menggariskan pemikiran konsep kedepan dari Kota Gorontalo.

Konsep tersebut dipaparkan dihadapan pimpinan kementerian, lembaga pusat serta pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo dalam rapat koordinasi lintas sektor. Pada kesempatan itu, dirinya memaparkan berbagai masukan konsep lintas sektor yang di Kota Gorontalo dan dianggap perlu dalam Ranperda.

“Saat ini disektor pertanian, zona tanaman pangan seluas 253,21 hektar yang tersebar di Kecamatan Kota Timur, Kota Utara, dan Sipatana. Itu belum didukung dengan peraturan yang lebih rinci,” Ungkap Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat beberapa rencana pembangunan sarana infrastruktur level Provinsi di wilayah Kota Gorontalo. Mulai dari pengembangan Islamic Center Provinsi Gorontalo yang telah termuat dalam Perwako RDTR seluas 13,8 hektar.

“Sementara untuk GORR segmen 3 sepanjang 2,97 kilometer, titiknya berakhir di Kecamatan Dumbo Raya. Belum lagi luasan 14,92 hektar untuk zona transportasi yang terdiri dari terminal tipe A da tipe C, pelabuhan penumpang, terminal peti kemas, depo BBM dan pelabuhan perikanan. Ini perlu ditopang dengan adanya kawasan pergudangan skala level Provinsi untuk mendukung kegiatan perdagangan dan jasa di Kota Gorontalo,” Papar Marten.

Dengan luas sebesar 79,59 Km², Kota Gorontalo memiliki zona perdagangan dan jasa seluas 845,98 hektar. Untuk zona perkantoran seluas 100,05 hektar yang seluruhnya tersebar di wilayah Kota Gorontalo.

Marten Taha menyebutkan bahwa Perwako RDTR masih fleksibilitas dalam mengakomodir investasi pada kegiatan berusaha dan non berusaha. Dirinya juga mengatakan bahwa di Kota Gorontalo terdapat kawasan rawan bencana sempadan patahan aktif atau dikenal dengan sesar Gorontalo. Namun kawasan tersebut telah terakomodir dalam RTRW Kota Gorontalo.

Reporter: Kris