Dulohupa.id – Masyarakat Gorontalo punya tradisi Tumbilotohe yang dilakukan pada tiga malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri.
Tumbilotohe artinya memasang dan tohe artinya lampu, sehingga secara harfiah tumbilotohe berarti malam memasang lampu yang serentak dilakukan oleh masyarakat Gorontalo.
Lampu botol minyak dan lampu hias semarak menerangi dan menghiasi setiap jalan, halaman rumah dan tanah lapang di seluruh penjuru daerah Gorontalo.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea mengatakan, tradisi pasang lampu ini mulai dilakukan rakyat Gorontalo sejak dulu. Saat itu, warga masih menggunakan obor untuk menerangi jalan ketika hendak pergi shalat Tarawih.
“Tumbilotohe ini sebenarnya berawal dari masa dulu. Dulu tidak ada listrik jadi masyarakat untuk pergi ke mushola atau ke masjid itu memakai morongo atau obor untuk menerangi jalan. Dan hal itu terus berkembang dan menjadi tradisi,” kata Adhan Dambea, Rabu (26/3/2025).

Setelah obor, alat penerangan mulai menggunakan tohetutu atau damar yaitu semacam getah padat yang menjadi bahan bakar. Kemudian, berkembang lagi dengan memakai lampu yang menggunakan sumbu dari kapas dan minyak kelapa. Dengan menggunakan wadah seperti kima, sejenis kerang, dan pepaya yang dipotong dua, lampu ini disebut padamala.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka bahan lampu buat penerangan diganti minyak tanah hingga sekarang ini. Bahkan untuk lebih menyemarakkan tradisi ini sering ditambahkan dengan ribuan lampu listrik.
Selain itu, tradisi ini pun sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadhan dan sekaligus untuk menyambut lebaran Idul Fitri.
Biasanya pada tradisi tumbilotohe, pemerintah setempat menyelenggarakan lomba pasang lampu antar kampung hingga kecamatan, yang dikemas menjadi festival tumbilotohe.
“Kami pemerintah mengupayakan di malam pasang lampu ini melaksanakan kegiatan keagamaan dalam rangkaian malam pasang lampu. Hal ini bertujuan untuk memasyarakatkan tradisi malam pasang lampu. Kami juga membuat lomba tumbilotohe antar kecamatan. Lomba ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat untuk terus meramaikan malam tumbilotohe atau malam pasang lampu,” jelas Adhan Dambea
Tradisi tumbilotohe menjadi budaya turun temurun sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gorontalo.
Redaksi












