Dulohupa.id – Anggota DPRD Kota Gorontalo, Alwi Podungge menyebut tradisi Tumbilotohe mengandung nilai-nilai luhur yang perlu dijaga di tengah arus globalisasi saat ini.
Di era globalisasi yang serba cepat, Alwi mengajak generasi muda tidak terpengaruh oleh nilai-nilai budaya asing yang belum tentu sejalan dengan nilai-nilai tradisional.
Sebab, kearifan lokal merupakan harta karun warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur yang telah dipraktikkan sejak dulu. Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, bermusyawarah, dan penghormatan kepada leluhur sangat penting untuk membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
“Saya rasa tradisi Tumbilotohe ini salah satu yang harus kita apresiasi karena nilai-nilai luhur yang sudah mulai tergerus mulai dikembalikan lagi oleh masyarakat setempat,” ujar Alwi kepada awak media, Rabu (26/3/2025).
“Muda-mudahan ini dapat memperlihatkan dan memberikan contoh buat anak muda agar tetap menjaga dan melestarikan tradisi Gorontalo di tengah tarikan globalisasi budaya yang homogenisasi,” lanjut Alwi Podungge.
Menurutnya, pihak DPRD pelu mendorong pemerintah agar tradisi ini menjadi wisata religi setiap tahunnya sehingga akan terus dibenahi pelaksanaannya.
Tumbilotohe atau malam memasang lampu menjadi salah satu tradisi di Gorontalo jelang Idul Fitri. Lampu botol minyak dan lampu hias semarak menerangi dan menghiasi setiap jalan, halaman rumah dan tanah lapang di seluruh penjuru daerah Gorontalo.
Tradisi Tumbilotohe memiliki daya tarik tersendiri bagi warga yang datang untuk mengabadikan momen tahunan tersebut.
Redaksi












