Dulohupa.id – Antrean kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite terlihat mengular hingga ratusan meter di SPBU kawasan Bundaran HI, Jalan D.I. Pandjaitan, Kota Gorontalo, Rabu (2/9/2026).
Pantauan Dulohupa.id sekitar pukul 11.20 WITA menunjukkan antrean kendaraan bahkan memanjang dari area SPBU hingga perempatan Jalan Patimura.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, terutama terkait kemungkinan meningkatnya permintaan BBM bersubsidi atau adanya kendala pasokan di SPBU tersebut. Namun, pihak pengelola SPBU memastikan antrean bukan disebabkan oleh gangguan operasional maupun keterlambatan pasokan.
Pengawas SPBU kawasan Bundaran HI, Refli, mengatakan seluruh fasilitas pengisian saat itu beroperasi maksimal.
“Kami ini sudah maksimal. Semua pompa terpakai, tidak ada yang kendala, tidak ada problem,” ujar Refli kepada Dulohupa.id.
Menurutnya, panjangnya antrean kemungkinan dipicu meningkatnya jumlah masyarakat yang memilih mengisi Pertalite.
“Cuma mungkin masyarakat yang tiba-tiba banyak mencari Pertalite mungkin, karena kami sudah maksimal semua,” lanjutnya.
Untuk mempercepat pelayanan, pihak SPBU juga telah membuka seluruh jalur pengisian yang tersedia.
“Motor itu sudah maksimal bikin dua jalur, sama mobil juga dua jalur, jadi tidak ada kendala. Semua pompa terpakai,” tegasnya.
Terkait kemungkinan keterlambatan pasokan dari mobil tangki, Refli membantah adanya kendala tersebut.
Ia mengatakan pengisian stok dilakukan pada pagi hari dan biasanya sudah masuk ke SPBU paling lambat sekitar pukul 09.00 WITA.
“Keterlambatan itu kayaknya tidak ada, karena pengisian kan pagi-pagi. Paling mentok-mentok di jam sembilan begitu,” tandasnya.
Refli mengungkapkan, antrean panjang seperti ini sebenarnya bukan baru terjadi. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung kurang lebih sebulan terakhir, terutama pada hari-hari tertentu.
“Mungkin sudah hampir satu bulanan. Kebanyakan (antrean) di Senin atau Sabtu,” ungkapnya.

Menurut Refli, antrean pada Senin kemungkinan berkaitan dengan meningkatnya permintaan setelah akhir pekan.
“Karena hari Minggu kan biasanya kebanyakan habis untuk akses Pertalite. Mungkin stok Pertalitenya tidak ada pengiriman. Jadi di Senin tertumpuk,” jelasnya.
Meski antrean biasanya terjadi pada pagi hari, kondisi tersebut mulai berangsur terurai memasuki siang.
“(Terjadi pagi hari atau siang?) Kebanyakan sih di pagi hari. Habis itu masuk siang sudah mulai sedikit terlerai,” lanjut Refli.
Selain pola permintaan masyarakat, perbedaan harga antarjenis BBM juga dinilai berpotensi memengaruhi pilihan konsumen.
Refli menyebut harga Pertalite berada di kisaran Rp10.000 per liter, sementara Pertamax Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter.
Ketika ditanya apakah selisih harga tersebut menjadi salah satu faktor meningkatnya antrean Pertalite, Refli tidak menampik kemungkinan tersebut.
“Mungkin bisa jadi. Tergantung dari pelanggan mau isi yang mana dulu. Tapi untuk saat ini, stok yang masuk ke SPBU tetap normal,” katanya.
Ia memastikan pasokan BBM ke SPBU tersebut masih berjalan seperti biasa. Dalam sehari, pasokan yang diterima mencapai sekitar 24 kiloliter (kL), sedangkan pada hari Minggu pasokan berada di angka sekitar 8 kL.
“Jadi setiap hari 24 kL, selain itu di hari Minggu 8 kL,” pungkas Refli.
Dengan demikian, pihak SPBU menegaskan panjangnya antrean kendaraan yang terjadi bukan karena gangguan pompa maupun keterlambatan pasokan, melainkan lebih dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat terhadap BBM tertentu, khususnya Pertalite.











