Scroll Untuk Lanjut Membaca
HajiHEADLINE

Antisipasi Barang Ilegal, Koper Jemaah Calon Haji Gorontalo Diperiksa

×

Antisipasi Barang Ilegal, Koper Jemaah Calon Haji Gorontalo Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Koper Jemaah Haji
Suasana pemeriksaan ratusan koper milik jemaah calon haji di Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sebelum diberangkatkan, koper bagasi milik 969 jemaah calon Haji Gorontalo mulai ditimbang dan diperiksa petugas, Sabtu (17/5/2025). Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi adanya barang ilegal atau berbahaya saat keberangkatan.

Pemeriksaan dilakukan petugas gabungan, mulai dari otoritas Bandara Djalaludin Gorontalo, maskapai penerbangan, Bea Cukai hingga kantor pos Gorontalo.

Sebelum ditimbang dan dimuat ke dalam armada menuju Bandara Djalaludin, satu persatu koper bagasi ini diperiksa melalui beberapa tahapan. Mulai dari pemeriksaan menggunakan X-Ray, dan pemeriksaan yang dilakukan bea cukai untuk mengecek barang barang jamaah.

Hal ini pun dilakukan untuk memastikan seluruh barang jamaah terangkut dengan baik sesuai dengan regulasi yang ada. Sementara itu, berat koper bagasi jamaah hanya dibatasi 32 kilogram.

“Untuk kloter 28 itu ada 3 kursi roda, kloter 30 ada 4 kursi roda dan klotee 32 ada 2 kursi roda. Jadi ini dilakukan secara simultan, artinya setelah keluar dari tahapan X Ray, masuk ke Bea cukai, Lion kemudian Garuda dan nanti eksekusi terakhir itu dikelola kantor pos untuk mengangkut koper bagasi jamaah dari embarkasi antara Gorontalo menuju ke Bandara Djalaludin Gorontalo dengan 8 unit armada” Jelas Kabid PHU Kanwil Kemenag Gorontalo, Mansur Basir.

Sejauh ini, petugas tidak menemukan adanya barang ilegal atau berbahaya dalam koper bagasi jamaah. Namun petugas hanya sejumlah bahan makanan cair dan berminyak yang berpotensi merepotkan atau mengganggu. Bahan makanan ini pun terpaksa dikeluarkan untuk dikemas kembali dengan baik dan akan dikembalikan ke jamaah.

“Ini sebenarnya tidak terhitung dalam barang ilegal, tetapi hanya barang yang dikhawatirkan akan merepotkan atau tidak layak untuk diterbangkan,”” ujar Mansur Basir.

Tim Liputan Dulohupa