Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Angka Persentasi Anak Stunting di Pohuwato Turun Hingga 4,3 Persen

×

Angka Persentasi Anak Stunting di Pohuwato Turun Hingga 4,3 Persen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

Dulohupa.id- Angka persentasi stunting di Pohuwato pada 2021 menurun hingga 4,3 persen. Padahal, pada 2020 kemarin, angka stunting ada di 7,3 persen. 

“Jumlah stunting pada saat ini menurun, karena dengan presentasi di tahun 2020, 7,3. Saat ini turun ke 4,3 dengan balita yang diukur berjumlah 6.737.” ungkap Sri Wahyuni, penanggung jawab program gizi di Dinas Kesehatan Pohuwato, belum lama ini. 

Ia pun menjelaskan, bahwa saat ini pengidap stunting di Pohuwato hanya dua kategori, yakni pendek dan sangat pendek. Sementara kategori keterbelakangan mental, sama sekali tidak ada. 

“Yang dikatakan Stunting sebenarnya ada keterbelakangan mental, akan tetapi kita selama ini mendapati hanya pendek dan sangat pendek. Harusnya ada tambahan keterbelakangan mental dan kecerdasannya lambat,” ungkap Sri Wahyuni.

Pihaknya pun tidak mau lengah. Meski ada di angka yang kecil, namun pihaknya terus menekan angka itu. Saat ini, pihaknya mengaku menjalankan beberapa program pencegahan stunting. Salah satunya kata dia dengan pemberian makanan tambahan (PTM). 

“Target untuk penurunan angka stunting itu bukan harus pada balita yang sudah mengidap stunting. Akan tetapi, pada remaja putri sudah ada pemberian tablet (obat) tambah darah setiap bulan di sekolah-sekolah, kemudian untuk ibu hamil ada pemberian makanan tambahan dan ada perlakuan khusus buat mereka,” sambungnya.

Sri juga mengaku, di Pohuwato sendiri untuk menanggulangi Stunting saat ini dinas kesehatan bekerja sama dengan seluruh OPD yang terkait dalam satu program Gerakan Kolaborasi Menuntaskan dan Mencegah Anak Stunting (Gerbos Emas).

“Kalo untuk stunting sendiri pemerintah daerah itu ada program Gerbos Emas (Gerakan Kolaborasi Mengentaskan dan Mencegah Anak Stunting), jadi program ini kolaborasi untuk menuntaskan anak stunting, kolaborasi dari beberapa OPD. Misalnya untuk dinas perkim, apa yang ada stunting di rumah tangga itu perkim buat apa, dari dinas pangan apa programnya untuk rumah tangga yang ada Stunting, dan juga kita bekerjasama dengan dokter anak. Jadi bukan hanya dinas kesehatan saja yang saat ini menanggulangi Stunting,” ujarnya.**