Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Anggota FX Family Resah Dikejar Hutang

×

Anggota FX Family Resah Dikejar Hutang

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Korban penipuan berkedok investasi FX Family kini mulai resah. Sebab berbulan-bulan profit yang dijanjikan tak kunjung cair menyebabkan mereka kini dikejar hutang. Apalagi untuk mereka yang melakukan investasi dengan meminjam dana di bank ataupun menggadaikan rumah. 

Hal ini pula yang membuat Rizal Ladiku tak enggan untuk berteriak. Pria yang merupakan koordinator aksi demonstrasi siang tadi, Kamis (13/1/22) di Polda Gorontalo meminta keringanan. 

“Ini yang kita pikirkan, masyarakat yang hari ini sudah meminjam di leasing, sudah meminjam di bank dan hari ini sudah dikejar. Kami minta keringanan, bagaimana orang-orang yang hari ini terdampak, bukan cuman kami, bisa diberikan keringanan terhadap cicilan yang hari ini mereka terima,” tegas Rizal.

Ia mendesak pihak DPRD agar bisa mencarikan solusi terhadap masyarakat yang sudah dikejar hutang tersebut. Sebab, kata dia, jika para korban tersebut tidak bisa membayar hutang-hutang itu, maka semua aset yang telah digadaikan akan disita oleh pihak bank.

“Sekarang nasabah (korban investasi bodong) terjepit pada keadaan berhutang dan yang hari ini di jual adalah, bukan hanya sekadar tanah, namun rumah juga digadaikan, bahan-bahan, benda-benda juga digadaikan.Nah, hari ini ketika itu ditarik ketika (mereka) tidak bisa membayar maka agunan (aset yang dipinjamkan oleh peminjam dana) yang dijanjikan di bank BRI, seperti rumah akan ditarik juga oleh bank BRI,” ucapnya

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Paris Yusuf meminta massa aksi menyurati pihaknya. Kata dia, silahkan dilengkapi semua data-data terkait masalah hutang itu dalam surat tersebut.

Ia menjelaskan, surat itu akan dijadikan dasar pihaknya untuk mengkomunikan permasalahan hutang tersebut bersama Forkopimda, dan juga menyampaikannya kepada pihak bank atau leasing yang menjadi tempat peminjaman atau pegadaian para korban investasi bodong tersebut, agar mereka dapat diberikan keringanan.

“Diberitakan data, kemudian data ini kita akan teruskan, saya akan buatkan keputusan, dan saya tandatangani, siapa nama-nama tersebut, agar supaya bisa memperoleh keringanan-keringanan,” ucapnya

“Silahkan menyurat, dan itu kan menjadi dasar kita, inilah torang pe orang-orang (inilah masyarakat kami) yang terdampak, akibat daripada tsunami investasi bodong ini, yang membuat kita jadi jadi begini, maka disampaikan sebagai hal-hal berikut,” ungkapnya.

Reporter: Faisal Husuna