Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Anggaran APBD Berkurang Akibat Pandemi, Rusli: Jujur Saya Kurang Semangat

Dulohupa.id- Salah satu dampak pandemi COVID-19 di Gorontalo adalah berkurangnya anggaran APBD tahun 2021. Akibatnya, tidak sedikit program yang ditunda ataupun dikurangi volumenya.

Hal itu ikut dibenarkan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. Kata dia, “saat tadi Pak Sun Biki menyampaikan yang terkait pendidikan, kesehatan dan lain lain, jujur saya kurang semangat. Provinsi Gorontalo paling sedikit anggarannya, dibandingkan dengan anggaran yang ada di DKI Jakarta 87 triliun, APBD kita hanya 1,7 triliun setelah di refocussing dan realokasi untuk COVID-19,” tutur Rusli.

Berkurangnya anggaran daerah diakui Rusli sangat berpengaruh untuk program program kerakyatan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan. Saat APBD tekor hampir 300 miliar rupiah dari biasanya, ada tuntutan bagi Pemprov Gorontalo menekan kemiskinan yang masih 15,23 persen.

“Saya terus memonitor perkembangan yang dilaporkan teman-teman DPRD maupun TAPD. Ini mengindikasikan bahwa kita semua, termasuk anggota DPRD yang mewakili fraksi di badan anggaran, sangat memahami kondisi rakyat Gorontalo,” tambah Rusli.

Rusli menyebut kerelaan anggota DPRD memangkas biaya operasional dewan sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah. Salah satunya memangkas biaya perjalanan dinas untuk dialokasikan penanganan COVID-19.

Rusli pun berterima kasih kepada 45 anggota yang sudah menerima dan menyetujui seluruh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Gorontalo tahun 2021, menjadi APBD Provinsi Gorontalo Tahun 2021. Dokumen ini selanjutnya akan dievaluasi oleh Kementerian Dalam Negeri.

Adapun persetujuan tersebut tertuang pada rapat paripurna tingkat II atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2021, diruang rapat DPRD, Selasa (10/11).

Reporter: Siri/ADV