Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

AMSI Gorontalo Berbagi Ilmu Jurnalistik Ke Santri dan Santriwati Salafiyah Syafi’iyah

80
×

AMSI Gorontalo Berbagi Ilmu Jurnalistik Ke Santri dan Santriwati Salafiyah Syafi’iyah

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Amsi gorontalo Memberikan Materi Jurnalistik di pondok Pesantern (foto amsi gorontalo)

Dulohupa.id – Pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Desa Banuroja Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato bekerja sama dengan Assosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo, menggelar pelatihan jurnalistik dan konten kreatif sosial media. selasa (5/11/19)

Sebanyak 50 santri dan santriwati Pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Desa Banuroja Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato antusias Mengikuti materi Pelatihan jurnalistik dan konten kreatif sosial media yang di berikan oleh  Perwakilan Amsi.

Pelatihan jurnalistik yang digelar dalam rangkaian peringatan hari santri dan hari lahir Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah ini menghadirkan pemateri diantaranya Tommy Pramono dan Andhika Habibie dari Coulturnesia.com, Lukman Polimengo dari Mimoza.tv serta pemimpin redaksi barakati.id Arlank Pakaya.

“Membuat konten kreatif dan positif di sosial media penting diketahui para santri, agar penggunaan gadget  jadi lebih bermanfaat, misalnya dengan bikin konten kearifan lokal yang ada di Desa Banuroja ini” ujar Tomy saat mengisi materi tentang Konten Kreatif Sosial Media.

Desa ini dikenal dengan miniatur indonesia yang kehidupan warganya mengusung Bhineka Tunggal Ika, “ada semua agama disini dan semua hidup rukun tanpa gesekan hanya karena persoalan ras, suku dan agama”, tambah Tommy.

Pelatihan jurnalistik dan konten kreatif sosial media ini menjadi penting karena kita di AMSI Gorontalo ingin, sejak dini anak-anak sudah diberi pemahaman bagaimana menanggapi berita-berita yang banyak beredar di dunia maya saat ini, kata Arlank Pakaya

“Untuk bisa memahami mana berita yang layak dibaca dan tidak, maka pada pelatihan ini AMSI Gorontalo berusaha memberikan gambaran seperti apa dan bagaimana sebuah berita lahir dan disebarkan, apa tujuan dan bagaimana media memberi pengaruh terhadap kehidupan kita. Tutup Arlank.

Selain diajarkan membuat konten dan menulis berita, para santri ini juga diajarkan dasar-dasar fotografi yang dibawakan Andhika Habibie dari coulturnesia.com. memanfaatkan gawai yang dimiliki. Santri diajarkan mengambil gambar dan mengunggahnya ke sosial media.

“dengan keterbatasan yang dimiliki, bukan berarti kita tidak bisa berkreasi, kita manfaatkan apa yang ada, gawai pun bisa menghasilkan karya yang bisa digunakan untuk mempromosikan keunggulan Desa Banuroja ini, ujar Andhika.

Misbahul Muslimin, perwakilan pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah mengucapkan terima kasih kepada Assosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo yang sudah berbagi materi jurnalistik dan konten kreatif sosial media di pesantren. “kami berterima kasih, adik-adik santri jadi lebih paham seperti apa itu karya jurnalistik, teknik menulis dan membuat konten yang menarik untuk dilihat.”

Kami berharap, kakak-kakak wartawan dari AMSI bisa terus berbagi dan mengajari santri, “disini kami punya banyak anak-anak yang punya potensi, dengan diajarin seperti ini saya yakin bisa menambah wawasan santri-santri disini. Tutup Muslimin.(jebeng)