Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Alasan Pemuda Gorontalo Tolak Kedatangan Rizieq Shihab

DULOHUPA.ID-  Rizieq Shihab kembali berencana melakukan aktivitas yang berpotensi mengumpulkan orang banyak, dengan menggelar tablig akbar di sejumlah provinsi dalam rangka konsolidasi ‘revolusi akhlak’. Artinya, iapun akan datang ke Gorontalo. Merespon itu, sejumlah pemuda Gorontalo yang menamai diri sebagai Aliansi Pemuda Peduli NKRI, menggelar aksi demonstrasi di Bundara Saronde Kota Gorontalo.

Aliansi ini membawa satu tuntutan, yakni penolakan terhadap kedatangan Rizieq Shihab. Sebab menurut mereka, kedatangan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu, hanya akan memecah belah persatuan yang selama ini terjaga di Provinsi Gorontalo.

“Kami Aliansi Mahasiswa Peduli NKRI menolak keras kedatang Habib Riziek Shihab karena akan datang hanya untuk memecah belah persatuan yang ada di Gorontalo itu sendiri” ungkap Aljufri, koordinator aksi tersebut siang tadi, di Bundaran Saronde Kota Gorontalo, Sabtu (21/11).

Sebelumnya, Rizieq juga menjadi sebab ratusan orang memadati Bandara di Jakarta. Dari aksi penjemputan tersebut, dikabarkan banyak fasilitas bandara yang akhirnya rusak. Seperti kursi dan beberapa fasilitas umum lainnya. Maka dengan itu, Aljufri pun tak mau jika nanti kedatangan Rizieq jurstu menimbulkan hal yang sama.

“Karena gerakan yang dibuat olehnya (Rizieq Shihab) banyak merusak fasilitas negara,  maka kami di Gorontalo tidak mau dengan adanya hal itu terjadi,” tutup Aljufri

Sebelumnya juga, Rizieq menjadi sebab berkumpulnya ratusan orang karena menggelar acara pernikahan anaknya. Padahal, saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19, yang tentu saja berkerumun dengan tidak menjaga jarak menjadi pantangannya. Gerakan yang dilakukan Rizieq pun ikut dikomentari oleh Koordinator LaporCovid19 Irma Hidayana, seperti dikutip dari Tirto, Senin (16/11/2020).

“Ibadah tidak harus dilakukan berjamaah di saat penularan COVID-19 masih tinggi, sebab justru menimbulkan risiko klaster baru. Beribadah tetap harus diutamakan namun bisa dilakukan sesuai protokol kesehatan,” kata Irma Hidayana kepada.

Reporter: Yusuf Konoli