Dulohupa.id_Ratusan warga korban banjir di lima Kelurahan yang ada di Kota Gorontalo melakukan aksi blokade jalan trans Sulawesi menuju pelabuhan Gorontalo. Rabu (05/08/2020)
Pemblokiran jalan dilakukan dengan menggunakan batu dan kayu, bahkan warga melakukan aksi bakar ban di tengah jalan, sehingga arus lalu lintas menuju pelabuhan Gorontalo macet.
Petugas kepolsian yang berusaha membuka akses jalan, nyaris ricuh dengan warga korban banjir karena tidak terima akses jalan akan dibuka.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes korban banjir terhadap pemerintah Kota Gorontalo maupun Provinsi Gorontalo, yang tidak mampu memberikan solusi penaganan banjir yang telah sembilan kali terjadi dalam dua bulan terakhir.
Rafix Datau salah satu warga mengaku sangat menyayangkan lambatnya pemerintah membangun tanggul jebol di bantaran sungai bone.
“ Jadi kami meminta percepatan pembangunan tanggul yang jebol, kemudian warga juga membutuhkan bantuan obat-obatan” ungkap Rafix
Selain itu dirinya juga menyangkan rumah warga yang rusak akibat banjir hingga kini belum didata oleh pemerintah
“ Berbeda dengan banjir 2006 silam, rumah waarga yang rusak langsung didata dan diperbaiaki, namun banjir kali ini didatapun tidak” ujar Rafix
Aksi blokade jalan ini dihentikan warga setelah adhan dambe salah satu anggota DPRD Provinsi Gorontalo menemui masa, dan berjanji akan mengawal pemerintah dalam penanganan banjir di Gorontalo. (jebeng)











