Dulohupa.id – Menghadapi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato menggelar Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon pertolongan Allah Swt, agar segera menurunkan hujan.
Setiap tanggal 17 bulan berjalan Pemkab Pohuwato selalu menggelar apel korpri, namun kali ini diganti dengan Shalat Istisqa yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Pohuwato.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati, Iwan S. Adam, Sekretaris Daerah, Iskandar Datau, unsur Kodim 1313/Pohuwato, Ketua Pengadilan Agama Marisa, Sitriya Daud, jajaran Kementerian Agama Pohuwato, Ketua Baznas Pohuwato, Ruzali Hunowu, Ketua Lembaga Adat Pohuwato, Kisman Mooduto, Batte Pohuwato, Asmad N. Tuna, serta para pemangku adat, Kamis (17/9/2026).
Salat Istisqa dilaksanakan sekitar pukul 07.30 WITA yang di imami oleh Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato, Ustaz Asram Husuna.
Suasana pagi di kawasan Marisa juga tampak berbeda dari biasanya. Jika umumnya cuaca pagi telah disinari terik matahari, saat pelaksanaan Salat Istisqa langit justru mendung menyelimuti wilayah tersebut.
Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Marisa, Ustadz Umar Abdul Aziz.
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan umat Islam untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa dan istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT serta meningkatkan amal kebaikan, sedekah dan menunaikan zakat mal.
Ia menyampaikan bahwa Salat Istisqa tidak hanya dimaknai sebagai permohonan agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
“Semoga dengan berkumpulnya kita di tempat ini, Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, bukan hujan yang menimbulkan kemudharatan,” ujar Ustadz Umar Abdul Aziz.
Usai Salat Istisqa, Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau.
Menurutnya, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Kondisi tersebut telah berdampak pada kekeringan di sejumlah wilayah dan turut mempengaruhi kualitas udara.
“Salat Istisqa merupakan ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa turunnya hujan. Mari kita bersama-sama memperbanyak doa, istighfar, dan meningkatkan amal kebaikan,” kata Saipul.
Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus melakukan langkah penanganan terhadap dampak kekeringan. Salah satunya dengan menyalurkan pasokan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kemarau.
Bupati berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang terjadi.
Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus momentum bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pohuwato untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak doa dan istighfar, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah kondisi kemarau.
Reporter: Onal











