Scroll Untuk Lanjut Membaca
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

KKN Tematik II UNG Kenalkan Kerupuk Ikan Mujair, Dorong Diversifikasi Pangan di Desa Limehe Timur

×

KKN Tematik II UNG Kenalkan Kerupuk Ikan Mujair, Dorong Diversifikasi Pangan di Desa Limehe Timur

Sebarkan artikel ini
KKN UNG

Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memperkenalkan inovasi pengolahan ikan mujair melalui kegiatan diversifikasi produk olahan pangan di Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperkenalkan pembuatan kerupuk daging ikan mujair kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk pemanfaatan pangan lokal. Ikan mujair dipilih karena menjadi salah satu sumber daya pangan yang cukup melimpah di wilayah tersebut, namun pemanfaatannya sebagai produk olahan masih relatif terbatas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pengolahan ikan mujair menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah. Kerupuk ikan mujair diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan pangan keluarga sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan berbahan dasar ikan lokal.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendemonstrasikan proses pembuatan kerupuk daging ikan mujair hingga menghasilkan produk yang siap untuk dicicipi. Masyarakat yang hadir juga diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung hasil olahan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Koordinator desa sebagai perwakilan mahasiswa KKN Tematik II Desa Limehe Timur, Aditya Sulaeman mengatakan, kegiatan demonstrasi tersebut dilakukan untuk memperkenalkan salah satu bentuk diversifikasi pangan lokal kepada masyarakat.

“Demonstrasi pembuatan kerupuk ikan mujair ini kami lakukan untuk memperkenalkan salah satu bentuk diversifikasi pangan lokal kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa ikan mujair tidak hanya dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah,” ujar Adit.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat potensi ikan mujair yang tersedia di lingkungan sekitar, tidak hanya sebagai bahan pangan sehari-hari, tetapi juga sebagai produk yang berpotensi dikembangkan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat melihat potensi ikan mujair yang ada di sekitar mereka, baik sebagai alternatif pangan maupun sebagai produk yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumah tangga,” lanjutnya.

Meskipun kegiatan ini masih berada pada tahap pengenalan produk dan demonstrasi, kerupuk ikan mujair yang dihasilkan telah dicicipi oleh masyarakat yang hadir. Respons tersebut menjadi bagian dari pengenalan awal terhadap potensi pengembangan produk olahan ikan mujair di Desa Limehe Timur.

Mahasiswa KKN UNG

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Prof. Dr. Femy M. Sahami S.Pi, M.Si mengatakan bahwa kegiatan KKN tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas.

“Proses KKN ini merupakan proses pembelajaran bagi mereka untuk menuju ke jenjang sarjana. Kemudian, di sini juga menjadi wadah bagi mereka untuk berkreasi,” ujar DPL dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Limehe Timur., Iwan S. Noho mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi masyarakat selama pelaksanaan KKN di desa tersebut.

“Alhamdulillah, mahasiswa KKN sangat membantu masyarakat di Desa Limehe Timur selama berada di sini. Tentunya, kegiatan ini juga menjadi inovasi baru bagi kami,” ungkapnya.

Melalui diversifikasi ikan mujair menjadi kerupuk, mahasiswa KKN Tematik II UNG berharap masyarakat dapat melihat bahwa bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN Tematik II UNG dalam mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal dan memperkenalkan alternatif produk pangan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Desa Limehe Timur.