Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALO

Listrik jadi Kunci Hilirisasi, Gusnar Pastikan Dukungan PLN untuk Gorontalo

×

Listrik jadi Kunci Hilirisasi, Gusnar Pastikan Dukungan PLN untuk Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Hilirisasi Gorontalo
General Manager PT PLN (Persero) UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha bersama tim menemui Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail di rumah jabatan gubernur. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id, Gorontalo — Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menerima kunjungan kerja General Manager PT PLN (Persero) UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha bersama tim di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan infrastruktur kelistrikan di Provinsi Gorontalo, salah satunya rencana pembangunan interkoneksi transmisi yang menghubungkan Gorontalo dengan sejumlah wilayah di provinsi tetangga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Pongoliu mengatakan, pembahasan interkoneksi mencakup pembangunan jalur transmisi dari sisi utara dan selatan Gorontalo.

“Pertama adalah rencana pembangunan interkoneksi transmisi antara Gorontalo melalui jalur utara-selatan, di mana jalur selatan untuk Marisa ke Parigi Moutong, lalu jalur utaranya adalah Gorontalo Utara ke Buol,” ujar Wardoyo kepada awak media.

Selain itu, kata dia, turut dibahas rencana interkoneksi antara wilayah Molibagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dengan Gorontalo.

Rencana pembangunan jaringan interkoneksi tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem kelistrikan sekaligus menjamin ketersediaan pasokan listrik di Gorontalo.

“Tujuannya adalah memang untuk menjamin pasokan listrik yang ada di Gorontalo. Baik kebutuhan listrik masyarakat, kebutuhan industri, yang selama ini kita terus berkembang kebutuhannya,” jelas Wardoyo.

Wardoyo menjelaskan, saat ini Gorontalo memiliki sejumlah sumber pembangkit listrik dengan total kapasitas sekitar 275,7 megawatt (MW).

Kapasitas tersebut berasal dari beberapa pembangkit, di antaranya PLTU Anggrek sebesar 2×25 MW, PLTU Tanjung Karang 2×50 MW, PLTG Paguat 4×25 MW, serta sumber energi terbarukan dengan kapasitas 25,7 MW.

“Itu dibangkitkan oleh PLTU Anggrek 2x25MW, lalu PLTU Tanjung Karang 2x50MW, ada PLTG di Paguat yang diresmikan oleh Pak Jokowi 4x25MW, dan ada sumber energi terbarukan sebanyak 25,7MW. Jadi kita punya total sekarang 275,7MW,” ungkapnya.

Meski memiliki kapasitas pembangkit yang cukup besar, kebutuhan listrik di Gorontalo diperkirakan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan berbagai sektor usaha.

Menurut Wardoyo, kebutuhan energi tersebut harus diantisipasi sejak dini agar tidak menjadi hambatan bagi pembangunan daerah.

“Memang dengan berjalannya waktu, dan seiring berkembangnya Provinsi Gorontalo, kebutuhan energi listrik terus bertambah,” katanya.

Kebutuhan listrik yang semakin besar juga berkaitan dengan agenda pembangunan dan hilirisasi yang terus didorong Pemerintah Provinsi Gorontalo. Salah satunya adalah pengembangan hilirisasi peternakan unggas yang mencakup sejumlah wilayah, seperti Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo dan Boalemo.

Wardoyo mengatakan, pengembangan sektor tersebut tentu membutuhkan dukungan energi listrik yang memadai. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan PLN menjadi penting untuk memastikan kebutuhan energi dapat terpenuhi.

“Kita tahu bersama saat ini di tengah gencarnya pak Gubernur terus mendorong untuk program hilirisasi peternakan unggas yang ada di Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo dan Boalemo,” ujarnya.

Ia menambahkan, PLN melalui General Manager UIP Sulawesi menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan kelistrikan yang diperlukan dalam menunjang program pembangunan di Provinsi Gorontalo.

“Tadi juga sudah disampaikan bahwa pihak PLN melalui General Manager, Insya Allah akan juga disupport semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh Provinsi Gorontalo,” pungkas Wardoyo.

Rencana interkoneksi transmisi tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem kelistrikan Gorontalo sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan industri dan investasi di masa mendatang.

Reporter: Yayan