Scroll Untuk Lanjut Membaca
ImigrasiPOHUWATO

Paspor Ceria, Cara Imigrasi Pohuwato Dekatkan Pengurusan Paspor ke Masyarakat

×

Paspor Ceria, Cara Imigrasi Pohuwato Dekatkan Pengurusan Paspor ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Paspor Ceria
Program Pasporia (Paspor Ceria) oleh Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pohuwato, di Desa Soginti, Kecamatan Paguat.foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Program Pasporia atau Paspor Ceria merupakan program Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pohuwato dengan tujuan jemput bola, yang artinya masyarakat tidak perlu datang ke kantor Imigrasi, melainkan petugas Imigrasi yang datang ke tempat masyarakat untuk pembuatan Paspor.

Program Paspor Ceria sendiri akan terus dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Pasporia kali ini dilakukan di Rumah Qur’an Yayasan Madinatul Khairaat Al Fatih, Desa Soginti, Kecamatan Paguat, Sabtu (8/8/2026).

Kepala Sub Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian, Rendji Sola Gracia Silalahi menjelaskan kegiatan Pasporia saat ini dilaksanakan tentu termasuk dalam perayaan HUT Republik Indonesia ke-81.

Disamping itu program Pasporia juga ini merupakan instruksi dari Dirjen Imigrasi agar bagaimana pelayanan Paspor bisa menjangkau masyarakat yang ada di wilayah yang tidak terjangkau dan juga tidak menyusahkan masyarakat harus jauh-jauh datang ke kantor Imigrasi khususnya Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

“Paspor Ceria (Pasporia) tujuannya adalah untuk menyemarakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu juga sesuai instruksi bapak Dirjen, kantor Imigrasi harus melakukan pelayanan jemput bola yang dilakukan setiap weekend,” jelas Rendji

Kegiatan Pasporia kali ini di Rumah Qur’an Yayasan Madinatul Khairaat Al Fatih, Desa Soginti ada sekitar 13 orang yang langsung datang mengurus Paspor di tempat tersebut.

Bahkan kegiatan Pasporia yang dilaksanakan di Kecamatan Paguat, Karena tidak jauh dari Kabupaten Boalemo, maka kata Rendji juga ada beberapa masyarakat Boalemo yang datang membuat Paspor.

“Kebanyakan masyarakat membuat Paspor untuk kebutuhan perjalanan melakukan Ibadah Umroh, di desa ini juga ada beberapa yang datang dari Kabupaten Boalemo,” ungkap Rendji

Banyak masyarakat yang menyambut baik program Pasporia oleh Imigrasi Pohuwato, Sebab kata Rendji masyarakat yang ingin membuat Paspor bukan hanya menunggu hari kerja dulu, melainkan di hari libur pun masyarakat bisa dengan mudah membuat Paspor.

“Respon dari masyarakat sangat baik dengan adanya program Pasporia ini, karena mereka membuat Paspor tidak di hari kerja, sehingga waktu kerja masyarakat pun tidak terpotong,” ujarnya.

Dalam pandangan masyarakat bahwa membuat Paspor itu sulit, semua terjawab bahkan saat ini kata Rendji Imigrasi bakal melakukan kegiatan Pasporia di segala tempat, bahkan di car free day dan di event yang nantinya bekerja sama dengan Forkopimda.

Bahkan Rendji juga mengaku, jika ada 10 sampai 15 orang yang akan membuat Paspor di satu desa, maka pihak Imigrasi bisa akan datang ke desa tersebut tanpa masyarakat yang harus repot-repot datang ke kantor Imigrasi Pohuwato.

“Jemput bola dan menghilangkan pandangan orang terhadap pembuatan Paspor yang sulit itu hilang. Hal itu yang menjadi tujuan utama kami. Selesai pengurusan Paspor dan telah selesai melakukan pembayaran PNBP, dalam waktu tiga hari Paspor sudah ditangan masyarakat,” ucap Rendji.

Reporter: Onal