Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

“Taa Lo’o Lamahe Lipu”: Gelar Adat untuk Rachmat Gobel

×

“Taa Lo’o Lamahe Lipu”: Gelar Adat untuk Rachmat Gobel

Sebarkan artikel ini
Gelar Rachmat Gobel
Sidang Adat pemberian Gera'i kepada Almarhum Rachmat Gobel, Tokoh asal Gorontalo. Foto/Dulohupa

GORONTALO, Dulohupa.id – Tokoh Gorontalo, H. Rachmat Gobel, tutup usia di umur 66 tahun. Almarhum meninggal dunia pada Jumat (10/07/2026) pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan.

Semula jenazah almarhum direncanakan akan dimakamkan di kampung halaman di Gorontalo. Namun pihak keluarga memutuskan pemakaman dilaksanakan di *Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Blok Z 551, Jakarta Selatan usai Sholat Jumat.

Kepergian politisi NasDem ini membawa duka mendalam bagi masyarakat Gorontalo. Kecintaan masyarakat terhadapnya tidak terbantahkan. Meski telah tiada, jejak pengabdian almarhum untuk daerah akan terus dikenang.

Di kediamannya, Rumah Adat Gobel di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, digelar rangkaian adat pemberian gelar untuk almarhum yakni Taa Lo’o Lamahe Lipu.

Sejumlah tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, dan masyarakat hadir dalam prosesi pemberian Garai tersebut.

Ketua Harian Dewan Adat Provinsi Gorontalo, Alim Niode, menjelaskan kegiatan itu merupakan satu rangkaian dengan proses pemakaman.

“Karena pemakaman dilaksanakan di Jakarta, maka potongan adat itu kita lakukan di sini,” ujar Alim kepada awak media.

“Yang dilakukan tadi adalah sidang adat pemberian Garai itu adalah gelar yang diberikan kepada orang yang sudah meninggal,” lanjutnya.

Lebih lanjut Alim menjelaskan ada dua maksud dari pemberian gelar ini.

“Pertama sebagai doa bagi almarhum. Insya Allah dengan doa itu mendatangkan kemaslahatan bagi almarhum di alam barzah,” jelasnya.

“Kedua, sebagai nasihat bagi yang hidup, bagi kita yang ditinggalkan. Boleh juga menjadi inspirasi dan motivasi,” tambahnya.

Dalam sidang adat itu, dari 5 _Pohala’a_ di Gorontalo yaitu Pohala’a Suwawa, Pohala’a Limboto, Pohala’a Kota Gorontalo, Pohala’a Atinggola, Pohala’a Boalemo dan Pohuwato, terdapat 10 usulan gelar yang diajukan.

“Semua disepakati dan disimpulkan gara’i itu menjadi Taa Lo’o Lamahe Lipu. Tapi sebetulnya ini adalah ekor dari gelar yang panjang,” kata Alim.

“Kalimat lengkapnya: Taa Lomaya Lo Batanga, Lo Dunga Lo Nyawa, Lo Tombulu Lo Upango Ode Lamahu Lipu_. Yang artinya: Yang mengorbankan jiwa, raga, dan hartanya untuk terwujudnya kemakmuran negeri,” sambungnya.

Gelar adat ini telah disepakati seluruh peserta sidang adat sebagai penghormatan terakhir untuk almarhum Rachmat Gobel.

Reporter: Ridhayansa
Editor: Enda