Scroll Untuk Lanjut Membaca
INTERNASIONAL

Dua Pemuda Gorontalo Wakili Indonesia di BKF 2026 Korea Selatan, Dorong Modernisasi Pertanian Daerah

×

Dua Pemuda Gorontalo Wakili Indonesia di BKF 2026 Korea Selatan, Dorong Modernisasi Pertanian Daerah

Sebarkan artikel ini
Pemuda Gorontalo
Dua Pemuda Gorontalo, Moh Niszar Zulfi Abdjul dan Mufidul Murhim Djibu (sisi kanan) bekerja sama dengan perusahaan pertanian asal Korea Selatan. Foto/Ist

Dulohupa.id – Dua pemuda asal Gorontalo, Mufid Djibu dan Niszar Abdjul, mendapat kepercayaan mewakili Indonesia sebagai delegasi dalam ajang internasional Buyer Invitation Export Consultation Fair (BKF) 2026 yang digelar di Seoul, Korea Selatan.

Buyer Invitation Export Consultation Fair (BKF) 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan berbagai negara untuk membangun kerja sama lintas sektor, terutama di bidang pertanian. Banyak Perusahaan kelas kakap yang ikut andil dalam perhelatan ini seperti Lotte Mart hingga Pupuk Kaltim asal Indonesia.

Selain itu, berbagai negara yang terlibat mulai dari Brasil, Amerika Serikat, India, sampai Vietnam yang mulai merangkak naik dengan Perusahaan manufakturnya.

Korea Selatan sebagai tuan rumah dikenal memiliki perkembangan teknologi pertanian yang maju, mulai dari penggunaan pupuk cerdas, sistem irigasi presisi, hingga pemanfaatan data dan otomatisasi dalam proses produksi.

Momentum tersebut dimanfaatkan oleh kedua pemuda asal Gorontalo untuk menjajaki peluang kolaborasi dan transfer teknologi yang dapat diterapkan di daerah.

Mewakili perusahaannya, PT Villames Panca Pilar, kehadiran mereka membawa misi memperluas kerja sama dan transfer teknologi untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Gorontalo.

“Kebutuhan pertanian Gorontalo saat ini adalah akses teknologi yang tepat guna, prospeknya sangat besar di masa depan, ini yang kita coba bawa ke panggung global” ujar Niszar.

Mereka menilai keikutsertaan dalam BKF 2026 membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pertanian di Gorontalo, baik melalui investasi, transfer teknologi, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui jejaring internasional yang terbangun dalam forum internasional tersebut, perusahaan rintisan yang mereka kelola diharapkan mampu menjadi jembatan antara inovasi teknologi pertanian Korea Selatan dengan kebutuhan petani lokal di Gorontalo.

Keduanya berharap langkah yang mereka tempuh dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda daerah untuk berani mengambil peran dalam pembangunan. Mereka menyebut segera bertemu dengan pemerintah daerah Gorontalo setelah kembali dari Negeri K-Pop tersebut.

“Kehadiran kami disini tidak lain sebagai peran nyata dalam membawa perubahan kesejahteraan petani di Gorontalo, produknya segera kami perkenalkan setelah balik dari sini” tutupnya.