Gorontalo – Health Training Center (HTC) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menegaskan reputasinya sebagai pusat pelatihan kesehatan yang kredibel dan berkualitas melalui suksesnya pelaksanaan rangkaian kegiatan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi peserta dari Program Studi Pendidikan Profesi Ners.
Kegiatan yang berlangsung sejak 9 hingga 14 Maret 2026 ini resmi berakhir pada Sabtu, 14 Maret 2026, dengan pelaksanaan ujian dan evaluasi praktik sebagai tahap akhir penilaian kompetensi peserta.
Keberhasilan pelatihan ini semakin membanggakan karena seluruh peserta yang berjumlah 49 orang dinyatakan lulus 100 persen. Seluruh peserta juga berhak memperoleh sertifikat BTCLS berlisensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai bukti kompetensi yang diakui secara resmi dalam bidang kegawatdaruratan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa HTC UNG tidak hanya sukses menyelenggarakan pelatihan secara administratif, tetapi juga berhasil memastikan kualitas proses pembelajaran dan ketercapaian kompetensi peserta secara optimal. Mulai dari tahapan pembelajaran klasikal, pendalaman materi, simulasi, hingga ujian praktik, seluruh rangkaian berjalan dengan baik dan lancar.
Pelatihan BTCLS ini menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi mahasiswa Pendidikan Profesi Ners, khususnya dalam penanganan kondisi trauma, henti jantung, dan kegawatdaruratan lain yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, serta keterampilan profesional. Keberhasilan seluruh peserta dalam menyelesaikan pelatihan menjadi indikator bahwa proses pembinaan yang dilakukan HTC UNG mampu menghasilkan keluaran pelatihan yang berkualitas.
Ketua HTC UNG, Ns. Dewi Suryaningsi Hiola, M.Kep, menyampaikan apresiasi atas komitmen peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kedisiplinan dan semangat belajar tinggi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara peserta, instruktur, serta sistem pelatihan yang diterapkan HTC UNG.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan BTCLS yang dilaksanakan sejak 9 sampai 14 Maret 2026 dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kami bersyukur, sebanyak 49 peserta dari Program Studi Pendidikan Profesi Ners dinyatakan lulus 100 persen setelah mengikuti tahapan pembelajaran dan ujian praktik. Ini menjadi bukti bahwa peserta memiliki semangat belajar yang tinggi dan mampu mengikuti proses pelatihan dengan baik,” ujar Ns. Dewi Suryaningsi Hiola.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi HTC UNG dalam menjalankan perannya sebagai pusat pelatihan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan standar kompetensi.
“Keberhasilan 100 persen ini juga menjadi indikator bahwa HTC UNG mampu menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas, terarah, dan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia pelayanan kesehatan. Sertifikat lisensi Kemenkes yang diperoleh peserta bukan hanya dokumen formal, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah mereka capai melalui proses pelatihan yang serius dan terukur,” tambahnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dan dunia pendidikan kesehatan terhadap kapasitas HTC UNG dalam melaksanakan pelatihan-pelatihan profesional.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kompetensi profesionalnya, sekaligus memperkuat posisi HTC UNG sebagai pusat pelatihan kesehatan yang mampu melahirkan tenaga kesehatan yang unggul, sigap, dan siap menghadapi tantangan di lapangan. HTC UNG akan terus berkomitmen menghadirkan pelatihan yang bermutu, relevan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan,” jelasnya.
Tahap akhir kegiatan pada 14 Maret 2026 difokuskan pada ujian dan evaluasi praktik guna mengukur sejauh mana peserta menguasai materi yang telah diberikan. Melalui evaluasi ini, peserta diuji tidak hanya dari sisi pemahaman teoritis, tetapi juga kemampuan teknis dalam menerapkan prosedur kegawatdaruratan secara tepat dan profesional.
Keberhasilan 49 peserta lulus 100 persen dalam pelatihan BTCLS berlisensi Kemenkes ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Universitas Negeri Gorontalo, melalui HTC UNG dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners, terus berkomitmen menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.











