Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIKOTA GORONTALO

Pasar Senggol Kota Gorontalo Tak Seperti Dulu, Jual Beli Online Penyebabnya?

×

Pasar Senggol Kota Gorontalo Tak Seperti Dulu, Jual Beli Online Penyebabnya?

Sebarkan artikel ini
Pasar Senggol Gorontalo
Situasi Pasar Senggol Kota Gorontalo di jalan Imam Bonjol. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Pelaksanaan pasar senggol di Kota Gorontalo secara bersamaan mulai dibuka pada Kamis (05/03/2026). Meski, di sebagian lokasi seperti di Jalan Imam Bonjol telah lebih dulu.

Situasi pasar senggol di Kota Gorontalo diungkapkan hampir di setiap tahunnya mulai menurun. Dampak yang cukup dirasakan soal pendapatan pedagang. Berbagai faktor yang mungkin saja mempengaruhi hal tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gorontalo, Haryono Suronoto mengatakan bahwa pasar senggol di Kota Gorontalo tak layaknya seperti dulu (keramaian). Menurut Haryono, salah satunya yaitu dengan kian maraknya perdagangan melalui daring (online).

“Dengan hadirnya lapak jual beli online ini tentunya berpengaruh terhadap pasar senggol,” ujar Haryono kepada Dulohupa pada Rabu (04/03/2026).

“Senggol tidak seperti dulu, kalau dulu sejak awal puasa orang sudah mulai belanja di senggol. Tapi sekarang dengan adanya jual beli online, terutama banyak generasi muda mulai beralih berbelanja di online,” lanjutnya.

Maraknya jual beli online yang kini dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja, terlebih pada momen pasar senggol, menurut Haryono turut berpengaruh terhadap pendapatan daerah.

“(jadi ini juga berdampak pada penghasilan daerah?) iya berdampak,” ucap Haryono.

Sementara itu, hal yang senada turut diungkapkan salah satu pedagang di pasar senggol, Yusrin mengatakan bahwa pelaksanaan pasar senggol setiap tahunnya kian menurun.

Ungkapnya, dimungkinkan karena dengan maraknya jual beli online ini berpengaruh terhadap pendapatan pedagang saat musim senggol.

“Iya mungkin juga berpengaruh dengan penjualan online ini,” ujarnya.

Kata Yusrin bahwa saat ini memang masyarakat mulai beranjak untuk berbelanja melalui jual beli online.

“Masyarakat mungkin sudah mulai belanja di online,” tutupnya.

Reporter: Yayan