Dulohupa.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo menggelar prosesi adat Tonggeyamo sebagai penanda penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 19 Februari. Kegiatan yang sarat nilai budaya dan religius tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri pimpinan daerah dan unsur Forkopimda.
Prosesi Tonggeyamo dihadiri langsung Bupati Boalemo Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali. Turut hadir Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat.
Bupati Rum Pagau mengatakan Tonggeyamo bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pelestarian kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Boalemo. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi sarana pemersatu sekaligus peneguh nilai keislaman dalam menyambut bulan suci Ramadan.
“Penetapan 1 Ramadan melalui prosesi Tonggeyamo mencerminkan harmoni antara adat dan syariat. Ini merupakan identitas budaya yang harus dijaga bersama sekaligus momentum memperkuat kebersamaan,” kata Rum Pagau.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahmuddin Hambali mengajak aparatur pemerintah dan masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai waktu meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho mengapresiasi pelaksanaan Tonggeyamo yang rutin digelar setiap tahun. Ia menilai tradisi tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat dalam menjaga nilai budaya serta memperkuat kehidupan beragama.
Prosesi Tonggeyamo diawali rangkaian adat dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama dan adat setempat. Suasana berlangsung khusyuk sebagai penanda dimulainya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Pemerintah Daerah Boalemo berharap semangat Ramadan membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat selama bulan suci berlangsung.
Reporter: Mat











