Gorontalo – Dugaaan pengeroyokan seorang siswi SMA Negeri 3 Gorontalo, Inayah Putri Maulana mendapat perhatian serius dari Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Dia mengaku geram adanya kejadian yang terjadi pada 12 Januari 2026 tersebut. Sebab, menurut, Adhan peristiwa yang terjadi di wilayah Kota Gorontalo, tepatnya di Lapangan Karsa Utama, Kecamatan Kota Tengah itu, sangat mencoreng dunia pendidikan.
“Saya dapat informasi pelakunya sesama siswi,” ucap Adhan saat memberikan sambutan pada penutupan Basketball 3×3 Competition Patriotik Wali Kota Cup tahun 2026, Ahad (25/1/2026).
Ia pun lantas mendesak Pemprov Gorontalo dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menindak lanjuti persoalan yang terjadi. Bahkan, jika perlu, lanjut Adhan, pelakunya diproses secara hukum.
“SMA tanggung jawab Pemprov. Seandainya kalau Pemkot, saya sudah beri tindakan tegas pelakunya. Maka dari itu, saya imbau Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo segera turun tangan,” pinta Adhan.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun kejadian kelam dunia pendidikan di Gorontalo itu, terjadi lantaran dipicu hubungan asmara.
Terinformasi pula, terduga pelaku terdiri dari tiga orang yang juga masih berstatus sebagai pelajar.











