Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALO

DLHK Sosialisasikan Gerakan Infaq Pembangunan Masjid Gorontalo Islamic Centre

×

DLHK Sosialisasikan Gerakan Infaq Pembangunan Masjid Gorontalo Islamic Centre

Sebarkan artikel ini
Gerakan Infaq
Kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka saat menyosialisasikan gerakan infak untuk pembangunan Masjid Islamic Centre kepada jajaran ASN dan PPPK.

Dulohupa.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo turut menyosialisasikan Gerakan Infaq Pembangunan Masjid Gorontalo Islamic Centre kepada jajaran ASN dan PPPK lingkup DLHK. Sosialisasi itu disampaikan langsung oleh kepala Dinas LHK, Fayzal Lamakaraka di aula DLHK, Selasa (06/1/2026).

Fayzal menjelaskan, atas intruksi Gubernur Gorontalo, para OPD diminta untuk berpartisipasi atau bersedekah untuk pembangunan Masjid tersebut.

“Karena pembangunan masjid ini tidak menggunakan anggaran APBD, tapi partisipasi masyarakat dan ASN. Saya ingin teman-teman DLHK bisa mendukung ini agar Gorontalo memiliki Masjid yang mewah,” pintanya.

Ia mempersilakan aparatnya secara suka rela berpartisipasi, dimana setiap jumat setiap OPD itu wajib menyetorkan sedekahnya kepada bendara pembangunan Masjid. Fayzal menekankan sumbangan ini tidak ada unsur paksaan.

“Nanti kita atur tekniknya. Saya ingin masing-masing bidang dan KPH bisa menyisisikan sedekahnya, misalnya 100 ribu per bidang yang terkumpul setiap harinya. Jadi kalau ada 5 hari, kita bisa kumpulkan 500 ribu setiap minggunya. Kemudian kita setorkan pada hari Jumat,” harap Fayzal.

“Bisa jadi lebih dari 500 ribu atau satu juta yang terkumpul setiap minggunya, lebih bagus. Saya berharap teman-teman bisa mendukung pembangunan Masjid ini,” tambahnya.

Sebelumnya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meluncurkan aplikasi QRIS untuk pengumpulan sedekah dan infak pembangunan Masjid Gorontalo Islamic Centre (GIC). Peluncuran QRIS dilaksanakan usai peletakan batu pertama pembangunan GIC di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (12/12/2025) lalu.

Peluncuran QRIS bertujuan memudahkan masyarakat Gorontalo maupun yang berada di luar daerah untuk menyalurkan sedekah dan infak bagi pembangunan masjid raya. QRIS atas nama Yayasan Islamic Center menerima donasi maksimal Rp10 juta. Infak di atas nominal tersebut bisa dilakukan dengan cara transfer.

Saya tegaskan bahwa pendanaan dan pembiayaan pembangunan masjid ini sepenuhnya bersumber dari donasi seluruh rakyat di Provinsi Gorontalo,” kata Gusnar.

Gusnar menambahkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggalakkan kembali sedekah harian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di setiap organisasi perangkat daerah yang sudah diinisiasi oleh gubernur sebelumnya. Menurutnya, langkah ini sebagai wujud kebersamaan untuk mempercepat proses pembangunan masjid raya Gorontalo.

“Dukungan gubernur bukan segalanya dalam penyelesaian pembangunan masjid ini, tetapi semuanya butuh kebersamaan kita. Oleh karena itu mulai hari ini kita lanjutkan dan buka kembali kesempatan berinfak dan bersedekah bagi ASN dan seluruh masyarakat,” tutur Gusnar.

Berdasarkan laporan Ketua Yayasan Islamic Center Gorontalo, Wahyudin Katili, total infak dari ASN dan masyarakat yang sudah terkumpul selama ini dan masuk ke rekening mencapai Rp3.059.699.900. Dana tersebut sudah digunakan untuk membayar pembebasan lahan seluas 1,6 hektar senilai Rp Rp2.035.479.000, dan saldo akhir saat ini Rp1.031.606.900.

Sementara itu melalui akun Instagram gorontaloislamiccentre, pihak yayasan mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk waspada terhadap pemalsuan dan penipuan dalam penggunaan QRIS. Masyarakat diminta untuk memastikan QRIS yang dipindai saat menyalurkan infak merupakan nama Yayasan Islamic Center Gorontalo di Bank Muamalat dengan nomor rekening 8120-999-999.

Reporter: Enda