Dulohupa.id – Sejumlah titik jalan yang ada di Kota Gorontalo terpantau rawan terjadi kemacetan. Lokasi rawan kemacetan ini terpantau sering terjadi di sejumlah depan sekolah.
Inipun menjadi perhatian pemerintah, sebelumnya Dinas Perhubungan Kota Gorontalo telah menyampaikan bahwa dalam sebulan terakhir persoalan kemacetan di sejumlah titik ini mulai terselesaikan.

Isu kemacetan ini kemudian membawa tim liputan Dulohupa ke Perguruan Tinggi. Ketua Prodi Perencanaan Wilayah Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dewi Sartika Zees, S.Pd.,M.Si, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kemacetan.
“Faktor itu yang pertama karena luas jalan yang kurang mampu untuk menampung semua kendaraan, apalagi sekarang kendaraan bertambah terus karena jumlah penduduk makin banyak,” ujar Dewi kepada Dulohupa saat ditemui di ruangannya, Kamis (23/10/2025).
Ditambahkan, faktor lainnya juga soal kurangnya petugas yang berada di lapangan untuk mengatur tertibnya berlalu lintas, terlebih pada jam-jam sibuk atau padat kendaraan.
“Kemudian kita juga belum memaksimalkan penggunaan jalan-jalan alternatif itu saya rasa kita belum terlalu dimaksimalkan penggunaannya,” ucapnya.
Terkait persoalan kemacetan ini, Dewi mengungkapkan bahwa salah satu solusi ialah dengan menggunakan pendekatan parsial, yaitu bagaimana mengatur fasilitas publik dan fasilitas pendidikan dan harus dibutuhkan perencanaan.
“Misalnya kapasitas ruang dan jaringan jalan itu harus sesuai. Jadi kita akan menutup akses untuk masuk dijam-jam tertentu, baru kita buat satu tempat untuk penjemputan khusus untuk kawasan pendidikan,” tandas Dewi.
Inipun menurut dia dapat mengurangi terjadinya kecelakaan di jalan. Pasalnya, dengan semakin padatnya kendaraan dijalan, maka tinggi pula kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Selain itu menurut Dewi, juga bisa dilakukan pendekatan kebijakan, dimana pemerintah menerapkan suatu kebijakan untuk mengatur masyarakatnya.
Tak hanya itu, pendekatan lainnya seperti pendekatan teknologi juga bisa diterapkan dalam mengurai kemacetan.
“Jadi untuk mengatur ini bisa kita gunakan pendekatan teknologi berbasis digital untuk pengawasan lalu lintas,” jelas Dewi.
Reporter: Yayan












