Scroll Untuk Lanjut Membaca
KAB. GORONTALOPENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Mahasiswa KKN UNG Edukasi Anti Bullying di SDN 13 Dungaliyo

×

Mahasiswa KKN UNG Edukasi Anti Bullying di SDN 13 Dungaliyo

Sebarkan artikel ini
Edukasi Siswa
Foto bersama mahasiswa KKN UNG dengan para siswa di SDN 13 Dungaliyo.

Dulohupa.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang bertugas di Desa Bongomeme menggelar kegiatan sosialisasi penting bertajuk “Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan Seksual” bagi siswa-siswi di SDN 13 Dungaliyo, Kecamatan Bongomeme.

Inisiatif ini digagas sebagai program tambahan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai isu perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini bertujuan agar para siswa dapat memahami materi dengan mudah dan menyenangkan. Mahasiswa KKN menggunakan berbagai metode, mulai dari penyampaian materi visual, diskusi kelompok kecil, hingga permainan edukatif yang menyisipkan pesan-pesan moral tentang pentingnya menghargai teman, menjaga batas-batas pribadi, dan berani bersuara jika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Bongomeme, Moh. Rizal Abudi, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian mereka terhadap perlindungan anak. Menurutnya, dampak psikologis dari perundungan dan kekerasan bisa membekas hingga dewasa, sehingga intervensi sejak dini menjadi sangat krusial.

“Bullying maupun kekerasan seksual bisa berdampak panjang bagi anak-anak. Karena itu, penting bagi kami untuk memberikan edukasi sederhana agar mereka tahu cara melindungi diri dan menghargai teman,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, tujuan utamanya adalah memberdayakan siswa agar berani berkata ‘tidak’ dan melaporkan jika merasa tidak aman.

Pihak sekolah menyambut hangat inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa. Kepala Sekolah SDN 13 Dungaliyo memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNG. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk mendukung program sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ungkap Kepala Sekolah.

Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan institusi pendidikan sangat diperlukan untuk membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNG berharap dapat meninggalkan jejak positif di Desa Bongomeme, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif bahwa sekolah harus menjadi zona aman yang terbebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. Diharapkan, para siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Maya