Dulohupa.id – Sukirman adalah salah satu dari sepuluh orang mahasiswa Jurusan Teknik Geologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terseret arus sungai di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Selasa (15/4/2024) sore.
Ia menceritakan detik-detik arus sungai tiba-tiba datang menghantam mereka yang saat itu menyeberangi sungai usai melakukan penelitian di area pegunungan di desa tersebut.
Sukirman mengatakan saat itu dia bersama lima orang temannya sudah turun ke sungai, sementara empat orang lainnya masih berada di tepi sungai. Namun tiba-tiba arus air besar datang dan menghantam mereka.
“Pertama itu kami dari atas, mau pulang lewat arus sungai. Yang pertama turun saya, lalu disusul sama kordes, Risman Ahmad dan sama Alpateha dan Fera. Korban bernama Regina saat itu berada di jalur air, saat dia akan turun seketika dihantam banjir yang datang dari arah belakangnya dan dia langsung terbawa arus sungai, dan setelah itu kami yang juga ikut dihantam arus.” kata Sukirman, salah satu korban yang terbawa arus.
Sementara Sukirman sendiri saat itu berusaha menepi ke pinggir sungai, tapi kepalanya terbentur batu. Ia tetap berusaha menyelamatkan diri demi agar bisa membantu teman-temannya yang masih bertahan di batu besar.
Setelah selamat ke pinggir sungai, ia bergegas mengambil tali yang didapatkan di pagar kebun, namun naas, saat dia kembali untuk menyelamatkan mereka, teman-temanya sudah tidak berada lagi di tempat sudah terbawa arus.
“Awalnya itu air sungai belum begitu besar sehingga saya masih dapat menepi tapi sempat jatuh ke dalam sungai dan terbentur, setelah itu saya berusaha naik dan mencari tali, namun saat saya kembali teman teman saya yang berada di atas batu sudah tidak ada lagi,” ucapnya.
Sukirman pun kemudian kembali untuk menyelamatkan empat orang teman yang masih selamat dan saat itu juga masih terjebak dengan arus sungai. Dia segera memberikan tali yang dia dapatkan itu untuk mengikat tubuh mereka agar tidak terbawa arus sungai.
“‘Setelah itu saya kembali kepada empat orang teman saya yang masih selamat untuk memberikan tali kepada mereka. Yang hanyut itu Kordes, Vera, Kobra, Leya, sama Gina,” Pungkasnya.
Seperti diketahui insiden ini mengakibatkan tiga mahasiswa meninggal dunia. Korban semuanya perempuan masing-masing bernama Alfateha Ahmad, Sri Magfira, dan Regina Malaka. Sementara mahasiswa luka berat di kepala bernama Fokri Fariz Pakaya.
Redaksi











