Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Viral, Seorang Pria Dikeroyok 7 Debt Collector di Gorontalo

×

Viral, Seorang Pria Dikeroyok 7 Debt Collector di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Debt Collector Gorontalo
Tangkapan layar video memperlihatkan korban dikeroyok sekelompok debt Collector di Kota Gorontalo.

Dulohupa.id – Seorang pria paruh baya dikeroyok 7 orang debt collector di Kota Gorontalo pada Senin (24/03/2025) sore. Dugaan penganiayaan itu sempat terekam dan viral di media sosial.

Pria tersebut bernama Moh Andi Indalan (46), mengaku mengalami pengeroyokan dari 7 debt collector. Hal terjadi di depan kantor Mandala Multifinance Kota Gorontalo sekitar pukul 17.00 wita kemarin.

Korban menerangkan, awalnya dirinya bersama Iwan Pakaya (45/iparnya) sedang dalam perjalanan pulang setelah membeli perlengkapan pompa air dap.

Saat itu, Andi (korban) dan Iwan (saksi) yang tengah melintasi salah satu jalan di Kelurahan Bugis, seketika dicegat oleh sekelompok orang dengan mengendarai empat unit sepeda motor.

“Saya dicegat 7 orang yang mengendarai 4 motor, 3 motor di antaranya berboncengan. Diskusi sedikit, saya diminta ke kantor (Mandala Multifinance). Kemudian saya ikut mereka ke kantor,” ujar Andi kepada awak media, Selasa (25/03/2025).

Debt Collector
Korban dan salah satu rekannya melapor ke Polresta Gorontalo Kota. Foto/ist

Menurut Andi, permintaan dari 7 orang debt collector tersebut untuk ikut ke kantor mereka, buntut dugaan tunggakan pembayaran dari kendaraan yang sedang dikendarainya.

Namun Andi menegaskan bahwa cicilan kendaraannya telah dilunasi selama kurang lebih 3 tahun, atau 36 kali setoran.

“Setau saya sudah lunas. Tapi memang kendaraan itu saya ambil atas nama Ali (adiknya). Dia (Ali) yang setorkan cicilan motor itu, uang dari saya,” jelasnya.

Lebih lanjut jelas Andi, setibanya di kantor Mandala Multifinance, dirinya diarahkan ke ruangan lantai dua. Berada dalam ruangan, Andi mengaku merasa dituduh secara sepihak oleh debt collector, yakni belum melunasi cicilan kendaraannya. Merasa tak senang, Andi kemudian memutuskan turun ke parkiran dan bergegas kembali pulang.

“Sampai di parkiran, saya buka sadel motor baru ada ambil obeng. Setelah itu saya hidupkan motor. Tiba-tiba salah seorang (debt collector) mematikan motor saya dan diambil kunci itu,” tandasnya.

Disaat itulah, situasi mulai kacau. Perdebatan yang berujung perkelahian kedua belah pihak tak terkelak.

Dirinya mengaku dikeroyok oleh 7 orang debt collector secara bertubi-tubi yang menggunakan balok hingga batu.

“Saya dipukul ramai-ramai. Mereka pakai kayu dan batu. Sekarang tangan kanan dan kiri saya memar, badan saya sakit semua,” bebernya.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Cabang Mandala Multifinance di Kota Gorontalo, Yudha kepada awak media menjelaskan bahwa kejadian kemarin tak diketahui dengan pasti kronologinya.

Kata Yudha, Moh Andi Indalan atau korban merupakan konsumen ataupun nasabah dari Mandala Cabang Luwuk (Sulteng).

“Nasabah (Andi) tersebut bukan nasabah kami, dan kami tak tau-menau mengenai ranah penunggakan itu,” ucapnya.

Jelas Yudha, terkait peristiwa kemarin sore, pihaknya tak ada sangkut-pautnya, sebab nasabah serta unit kendaraan tersebut merupakan otomatis Mandala Cabang Luwuk.

“Dan yang menarik juga (debt collector) bukan karyawan Mandala, itu pihak eksternal,” tutupnya.

Saat ini, korban telah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke pihak Polresta Gorontalo Kota.

Reporter: Yayan