Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOHEADLINE

Kepsek SMAN 1 Suwawa Benarkan Dugaan Pelecehan Seksual Terjadi di Sekolah

×

Kepsek SMAN 1 Suwawa Benarkan Dugaan Pelecehan Seksual Terjadi di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Pelecehan SMA Suwawa
Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Suwawa, Lisna Nalole saat diwawancarai awak media. foto/DUlohupa

Dulohupa.id – Pihak sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1  Suwawa, Kabupaten Bone Bolango benarkan adanya dugaan tindakan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap salah satu siswi terjadi di dalam sekolah.

Meskipun begitu, kepala sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Suwawa, Lisna Nalole masih akan mengusut tuntas kejadian ini.

“Yang jelas kami siap, karena isu itu benar terjadi. Jadi untuk kronologinya itu kami tidak tau. Inikan berdasarkan pengakuan dari korban,” ujar Lisna kepada awak media, Senin (17/03/2025).

Lisna menjelaskan bahwa di hari kejadian, para siswa telah dipulangkan karena ada kegiatan halal bi halal, dan juga ada kegiatan di luar sekolah.

“Jadi ada pembelajaran di luar sekolah, sebagai besar guru yang ikut kesana. Sehingga saya perintahkan, anak-anak itu dipulangkan pas jam 10, dan semua wali kelas wajib menyampaikan kepada orang tua siswa bahwa anak dipulangkan cepat,” jelasnya.

Menurutnya, dugaan ini baru diketahui pihak sekolah pada 7 Maret 2025. Setelah mengetahui kejadian itu, pihak sekolah langsung mengundang para pihak yang terkait untuk dimintakan penjelasan. Setelah diketahui, pihak sekolah kemudian memberitahu atau menyampaikan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

Baca Juga: Menyesal Lecehkan Siswinya, Oknum Guru di Suwawa Menangis dan Ingin Mati

Di tempat terpisah, Wakapolres Bone Bolango, Kompol Karsum Ahmad kepada awak media mengungkapkan bahwa terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap siswa tengah ditangani polisi

“Kami sampaikan benar, pada hari Jumat tanggal 14 Maret 2025 sekitar pukul 09.57 wita, telah datang di SPKT Polres Bone Bolango seorang perempuan didampingi orang tuanya, melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan,” ucapnya.

Kata Kompol Karsum, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum.

Menurutnya, pagi tadi (17/03/2025) Polres Bone Bolango telah mendatangi sekolah tersebut, dan sejumlah 5 saksi dimintai keterangan.

“Yang dilakukan oleh penyidik PPA Polres Bone Bolango dalam mendatangi TKP, kemudian memintai keterangan para saksi, jadi saat ini perkara ini masih dalam penyelidikan Unit PPA Polres Bone Bolango, dan segera akan dilakukan gelar perkara, untuk ditingkatkan pada tahap penyidikan,” jelasnya.

Sebelumnya kepada awak media, korban mengaku dilecehkan dua kali oleh oknum guru.

“Pertama saya dibuat begitu tanggal 24 Februari 2025 di hari Senin, terus yang kedua di hari Selasa 25 Februari 2025” ujar korban.

Bahkan, aksi bejat oknum guru ini dilakukan masih dalam jam sekolah, dengan alasan perbaikan nilai untuk si korban.

Awalnya oknum guru me-whatsappnya, dan meminta untuk datang ke ruang Osis sekolah tersebut. Saat korban sampai di ruangan itu, pelaku kemudian menutup pintu dan mengarahkan agar korban duduk di atas matras yang di ruangan itu.

Saat berdua diruangan itu, terduga pelaku sempat melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut privasi korban, sambil meraba tubuh korban.

Reporter: Yayan