Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPOHUWATO

9 Karyawan PT LIL Pohuwato Kabur, Diduga Diperlakukan Tak Wajar Perusahaan

×

9 Karyawan PT LIL Pohuwato Kabur, Diduga Diperlakukan Tak Wajar Perusahaan

Sebarkan artikel ini
PT LIL Pohuwato
Kantor PT Loka Indah Lestari di Popayato, Kabupaten Pohuwato. Dok: PT LIL

Dulohupa.id – 9 karyawan yang bekerja di PT Loka Indah Lestari (LIL) kabur dan memilih menginap di salah satu masjid yang ada di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

9 pekerja itu diketahui berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka datang ke Kabupaten Pohuwato untuk bekerja di sawit milik perusahaan PT LIL. Namun setelah tiba di perusahaan para pekerja ini tidak diperlakukan sebagaimana mestinya.

Salah satu karyawan berinisial AN mengaku bahwa, mereka berada di perusahaan tersebut karena direkrut oleh pihak perusahaan dan dipekerjakan sejak Sabtu kemarin.

“Kami tiap hari cuma makan mie instan. Kadang hanya nasi saja tanpa lauk. Rekan kami ada yang sakit, tidak diobati. Kami terpaksa kabur pak, jalan kaki lebih dari 50 kilometer,” ungkap AN, Senin (3/3/2025).

Awalnya kesembilan karyawan PT LIL ini ditemukan oleh salah satu Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Pasuma. Saat itu dirinya akan melaksanakan sholat subuh di wilayahnya di Kecamatan Popayato. Dirinya melihat ada beberapa anak muda yang sedang duduk di masjid tempat dia mau melaksanakan sholat subuh tersebut.

Awalnya dirinya cuek, karena ia berpikir bahwa anak-anak muda ini mau melaksanakan sholat subuh juga, karena mungkin difikir orang jauh yang hanya sekedar singgah di masjid untuk menunaikan sholat.

Namun setelah malam tiba dan Rizal Pasuma mau melaksanakan sholat tarawih, kesembilan pemuda ini masih berada di masjid tersebut. Dan setelah diperhatikan ternyata mereka ini tidak sholat.

Melihat hal itu Rizal pun menghampiri para pemuda itu. Setelah ditanya, ternyata mereka mengaku pekerja dari PT LIL yang melarikan diri karena tidak diperlakukan secara manusiawi oleh perusahaan.

“Kasihan mereka ini orang jauh dan kalau dilihat masih anak-anak. Tiba bekerja di perusahaan tapi tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. Bahkan kalau dilihat, anak-anak ini tidak mampu untuk bekerja di sawit, tapi anehnya perusahaan mempekerjakan mereka. Anak-anak muda ini mengaku belum sempat kerja, melihat medan yang ada mereka memilih untuk kabur dari perusahaan,” ungkap Rizal Pasuma.

Menyikapi hal tersebut Rizal Pasuma meminta kepada pihak perusahaan untuk bertanggung jawab.

“Ini sungguh sangat tidak manusiawi. PT LIL harus bertanggung jawab. Saya sudah hubungi pihak GM (General Manager) yakni Suparyo dan dia mengakui hal ini,” ujar Rizal Pasuma.

Rencananya kata Rizal, DPRD Pohuwato akan memanggil pihak perusahaan untuk dimintai penjelasan terkait persoalan ini.

“Besok, kesembilan pekerja ini akan saya undang ke DPRD termasuk pihak perusahaan. Ini tidak bisa dibiarkan. Kebetulan besok ada rapat paripurna. Ya minimal mereka bertanggung jawab, dengan memulangkan mereka,” tegas Rizal.

Konfirmasi, pihak perusahaan melalui bagian Humas, Afandi. Dirinya membantah bahwa pihak perusahaan telah menelantarkan pekerjanya.

“Terkait informasi para pekerja ini diperlakukan tidak manusiawi itu tidak benar. Jadi mereka ini bekerja lewat vendor atau pihak ketiga untuk bekerja di sini. Cuman, vendornya ini yang bertanggung jawab sepenuhnya ke mereka ini, sampai sekarang dihubungi tidak angkat telpon,” ungkap Afandi.

Terkait KTP para pekerja yang ditahan, Afandi menjelaskan bahwa, hal tersebut merupakan jaminan yang harus dipenuhi oleh setiap pekerja yang bekerja di perusahaan itu.

“Soal KTP ditahan, itu jaminan pak. Jadi kita kan ada karyawan tetap untuk Nomor Induk Kependudukan. Jadi bukan ditahan pak. Ini untuk ongkos mereka, sampai sembako kan jadi tanggung jawab perusahaan. Jaminan mereka itu bukan sertifikat tanah, tapi KTP untuk didaftarkan jadi karyawan sesuai standar mereka. Rupa-rupanya, mereka ini tidak mampu kerja, disuruh ngangkut sawit, ya nggak mampu. Pada dasarnya, mereka akan kami bantu untuk dipulangkan,” pungkasnya.

Reporter: Hendrik Gani