Dulohupa.id – Sempat viral di media sosial terkait rencana pelaksanaan ajang pemilihan Trans Queen Gorontalo beberapa waktu lalu, memicu beragam reaksi dari masyarakat. Warga menilai kegiatan tersebut mengundang kaum LGBT.
Pada momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Mesjid Jami At-Taqwa Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo pada Minggu (15/09/2024) malam, Ustadz Hamdan Zain yang berkesempatan membawakan hikmah maulid, turut memberikan tanggapannya.
“Ini kita bisa lihat dari perspektif kemanusiaan, bahwa saya lebih melihat mereka ini adalah orang-orang yang lebih membutuhkan perhatian khusus,” ujar ustadz Hamdan kepada Dulohupa.
Sama halnya dengan masyarakat lain, menurut ustadz Hamdan, mereka (waria) ini juga butuh perhatian khusus dari semua stackholder untuk menangani hal tersebut.
“Kita tidak harus menjastis, menghakimi orang, tetapi lebih berupaya untuk melakukan pendekatan-pendekatan,” ucapnya.
Kata ustadz Hamdan, jika semua unsur bergerak secara massif, dirinya yakin hal ini bisa diatasi terkait kasus LGBT yang ada di Gorontalo.
“Diantaranya menumbuhkan kegiatan-kegiatan positif, dengan tidak memberikan mereka ruang seperti melaksanakan kontes dan lain sebagainya,” imbuhnya.
“Tetapi kita perlu melakukan pembinaan-pembinaan, bahkan konsentrasi pemerintah harus lebih terhadap penanganan hal ini,” jelas ustadz Hamdan.
Bukan hanya melakukan pembinaan, melainkan juga harus diberikan wadah pekerjaan, agar diharapkan dapat membantu mereka keluar dari ruang lingkup yang sementara dijalaninya, jelas ustadz.
“Contoh misalnya, yang di kap salon kita berikan mereka pelatihan yang produktif yang bisa mereka bidangi. Misalnya perbengkelan, peternakan, atau bukakan warung dan lain sebagainya,” pungkas ustadz Hamdan.
“Bahkan kalau perlu kita berikan reward bagi masyarakat LGBT yang mau hijrah. Tidak rugi pemerintah misalnya meng-umrohkan yang siap hijrah dan lain sebagainya, ini perlu kita apresiasi,” lanjutnya lagi.
Menurut dia, sebagai sesama masyarakat yang tinggal di wilayah Indonesia yang menjunjung tinggi hak-hak setiap orang, maka mereka perlu saling merangkul.
“Iya, mereka kita tetap rangkul, mereka adalah sahabat kita, mereka adalah keluarga kita, jangan jauhi mereka, mereka tidak untuk dimusuhi, tetapi mereka membutuhkan kita,” ungkap ustadz Hamdan.
“Islam mengajarkan kita adalah Wabassyiri Shoobiriin, berikan kabar gembira kepada orang-orang yang lagi diuji oleh Allah SWT,” te
Sambungnya.
Dirinya pun berharap agar masyarakat agar bisa bertindak sebagai orang yang arif dan bijaksana dalam menyikapi persoalan tersebut.
“Menghakimi dan menghukum itu bukan merupakan tindakan yang baik, tetapi lebih arif dan bijaksana menyikapi teman-teman kita, saudara-saudara kita yang terkait dalam ruang lingkup LGBT, itu lebih bijak dari pada kita menghakimi mereka,” tutupnya.
Reporter: Yayan











