Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEPEMPROV GORONTALO

Banjir Gorontalo, BNPB: Jika Masih Hujan, Kita akan Modifikasi Cuaca

×

Banjir Gorontalo, BNPB: Jika Masih Hujan, Kita akan Modifikasi Cuaca

Sebarkan artikel ini
Banjir Gorontalo BNPB
Kepala BNPB RI, Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam sambutannya di posko pengungsian Kecamatan Tilango. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Provinsi Gorontalo akhir-akhir ini sedang dikepung bencana alam dari banjir hingga longsor yang terjadi di sejumlah wilayah. Akibatnya, ribuan rumah warga terdampak dari bencana.

Hal tersebut kemudian menjadi atensi dari pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB RI) Letnan Jendral TNI Suharyanto datang ke Gorontalo untuk bertemu dan menyalurkan bantuan dari pemerintah kepada para korban yang terdampak.

“Izinkan saya menyampaikan salam dan bela sungkawa dari bapak Presiden Joko Widodo. Beliau langsung mengutus saya datang kesini, karena beliau meski di Jakarta sana selalu memonitor seluruh rakyatnya,” ujar Kepala BNPB RI dalam sambutanya, Selasa (16/07/2024).

Letnan Jendral TNI Suharyanto mengatakan bahwa terhadap bencana yang menimpa akan ada beberapa langkah yang dilakukan. Pertama, penetapan status tanggap darurat, menurutnya dengan status tersebut maka pemerintah pusat melalui BNPB akan turun mendampingi masyarakat melewati masa bencana.

“Kita akan memastikan kebutuhan dasar ibu bapak (korban) sekalian terpenuhi, jadi jangan khawatir,” ucapnya.

Sumber bencana yang terjadi dikarenakan hujan yang menguyur wilayah Gorontalo dengan intensitas tinggi. Sehinganya, sejumlah wilayah terdampak diakibatkannya.

“Kita akan lihat, besok-lusa minggu depan ujannya masih deras, kemungkinan ada banjir susulan, kita akan gelar namanya teknologi modifikasi cuaca. Hujannya dihentikan atau dialihkan, sehingga ibu/bapak sekalian tidak khawatir,” pungkas Kepala BNPB RI yang di sambut tepuk tangan dari pengungsi di Kecamatan Tilango.

Menurutnya, langkah-langkah yang nantinya akan diambil bertujuan agar kejadian bencana (banjir) tidak terulang, atau bisa berkurang dampaknya.

Selain 2 langkah tersebut yang akan diambil, langkah selanjutnya yakni adanya skema penggantian. Pemerintah daerah (Kabupaten Gorontalo) akan mendata jumlah rumah yang rusak atau hancur akibat bencana. Dan mengantikannya sesuai tingkat kerusakan rumah warga.

Seperti dilansir dari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC), Teknologi modifikasi cuaca (TMC) adalah suatu metode merekayasa atau mengubah kondisi cuaca dengan tujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan atau menambah curah hujan di suatu daerah. Teknologi modifikasi cuaca ini dapat dilakukan untuk berbagai macam cuaca ekstrem, seperti hujan es, salju, badai, kilat, tornado, dan lainnya.

Ada dua metode yang digunakan dalam menggunakan teknologi rekayasa cuaca ekstrem, yaitu metode mekanisme persaingan (competition mechanism) dan metode mekanisme proses lompatan (jumping process mechanism).

Metode mekanisme proses lompatan adalah metode rekayasa cuaca ekstrem yang bertujuan untuk mempercepat proses hujan dengan bantuan radar dan dengan menyemai awan-awan yang membawa uap air dari laut dengan garam.

Teknologi modifikasi cuaca juga dapat dilakukan dengan metode lain, seperti dengan menggunakan partikel seperti garam, asam sulfat, atau bahan lain yang dapat mempengaruhi proses fisika yang terjadi di atmosfer. Teknologi ini biasanya digunakan untuk mengurangi intensitas hujan atau untuk mengurangi intensitas angin dan es di daerah yang mengalami cuaca ekstrem.

Reporter: Yayan