Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPolda Gorontalo

Festival Tumbilotohe di Ipilo Dinilai Tidak Wajar, Panitia Diperiksa Polisi

×

Festival Tumbilotohe di Ipilo Dinilai Tidak Wajar, Panitia Diperiksa Polisi

Sebarkan artikel ini
Festival Tumbilotohe
Sejumlah panitia Festival Tumbilotohe saat dimintai keterangan di Polresta Gorontalo Kota. Foto: HUmas Polresta

Dulohupa.id – Festival Tumbilotohe (pasang lampu) yang diselenggarakan di Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo dinilai tidak wajar dan dilaporkan ke Polresta Gorontalo Kota, Minggu (07/4/2024) malam.

Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Ade Permana melalui Kasat Intelkam AKP Lufti Oktriyanda menjelaskan, awalnya petugas menerima aduan masyarakat terkait postingan dari salah satu akun tiktok yang menuai kecaman masyarakat saat festival Tumbilotohe di kelurahan Ipilo.

Postingan tersebut terkait salah satu band Jabrik Band yang dihadirkan dalam Festival Tumbilotohe menampilkan musik reage, sehingga menarik masyarakat ikut bergoyang hingga jingkrak jingkrak.

“Postingan tersebut kemudian dilaporkan melalui call center sehingga kami langsung menindak lanjuti dan mengundang panitia Festival Tumbilotohe di Kelurahan Ipilo,” ujar AKP Lufti.

Festival Tumbilotohe tersebut dinilai tidak memperlihatkan budaya Islami di Gorontalo. Tumbilotohe adalah perayaan berupa memasang lampu di halaman rumah-rumah penduduk dan di jalan-jalan terutama jalan menuju masjid yang menandakan berakhirnya Ramadan di Gorontalo. Perayaan ini dilakukan pada 3 malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri.

“Kami telah melakukan teguran kepada panitia dimana lagu lagu yang digunakan untuk menghibur masyarakat tidak sesuai. Kita ketahui bersama tradisi pasang lampu merupakan niat untuk menyongsong datangnya lailatulqadar, bertujuan untuk mengingatkan orang-orang untuk beri’tikaf di masjid atau di mushalla untuk bertadarrus dan shalat malam,” pungkas AKP Lufti.

Baca Juga: Dikritik Netizen, Panitia Festival Tumbilotohe Ipilo Minta Maaf