Dulohupa.id – “Kami kan ada kegiatan telusur budaya untuk mencari tahu budaya apa saja yang ada di Gorontalo. Harapannya, jika ada yang membutuhkan data ataupun informasi tentang budaya yang ada di Gorontalo, bisa datang ke kami untuk menanyakannya,” terang Rosalina Syufi, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) asal Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, (01/2/2024).
Hal tersebut diterangkan Rosalina Syufi atau biasa disapa Oca itu, setelah resmi dilantik menjadi Ketua Mahasiswa Pecinta Alam Lomaya, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB-UNG).
Ditambahkan Oca, pada kepengurusannya setahun kedepan, dirinya bersama seluruh pengurus serta anggota akan fokus dengan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Terlebih, Mapala Lomaya memiliki salah satu ikonik (identitas) Divisi Budaya yang akan berfokus pada pengembangan dan pelestarian Budaya.
Terlebih kata dia, bersama pengurus dan anggota Mahasiswa Pecinta Alam Lomaya. Akan menunjukkan ke masyarakat bahwa stigma mahasiswa pecinta alam yang sering mendapat stigma mahasiswa paling lama bukanlah demikian.
Selain itu Rezky yang juga anggota Mahasiswa Pecinta Alam Lomaya menilai dengan terpilihnya Oca sebagai Ketua mahasiswa pecinta alam menunjukkan organisasi pecinta alam sangat terbuka dan tidak ada batasan latar belakang agama, suku, dan ras bagi siapun untuk mengembangkan diri.
“Dengan ti Oca ini jadi ketua, kami ingin menyampaikan kepada saudara-saudara yang ada di Papua sana, bahwa kami menerimanya dan tidak ada perbedaan antara kita. Intinya kapasitas diri harus ditunjukkan jika ingin berkembang,” tutupnya.












