Dulohupa.id – Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Gorontalo membeberkan beberapa titik wilayah di Kota Gorontalo yang rawan bencana saat memasuki musim penghujan.
Sebelumnya hampir kemarau panjang dan badai El Nino melanda daerah, kini wilayah Kota Gorontalo mulai dihadapkan dengan musim penghujan dengan intensitas cukup lebat dalam beberapa pekan terakhir. Pergantian musim tersebut kemudian dinilai dapat menimbulkan beberapa dampak yang tidak disadari oleh masyarakat.
“Kita sudah menurunkan staf untuk melakukan monitoring dampak kemarau dan memasuki musin hujan, jadi beberapa minggu kemarin kita sudah turunkan tim ke kelurahan-kelurahan untuk melakukan pemantauan langsung di masyarakat dan kita memberikan sosialisasi bahaya bencana melalui perangkat daerah baik kelurahan maupun Kecamatan dan seluruh kelurahan sudah kita kunjungi,” Ungkap Kepala Pelaksanaan BPBD Kota Gorontalo, Mahmud Baderan.
Baca Juga: Dinas Pangan Kota Gorontalo Beberkan Penyebab Kenaikan Harga Cabai
Berdasarkan kajian yang dilakukan, BPBD Kota Gorontalo menyebutkan beberapa titik wilayah yang masuk rawan bencana, dimana Kecamatan Dumbo Raya, Kota Barat dan Hulonthalangi termasuk dalam wilayah dalam kategori rawan bencana tanah longsor. Sementara untuk titik rawan banjir ada di wilayah Kota Selatan, Dumbo Raya dan kampung bugis sebagian,” Ujar Mahmud Baderan.
Disamping itu, Dirinya juga mengatakan bahwa berkat lobi-lobi dan petunjuk Wali Kota Gorontalo, pada tahuj 2024 mendatang BPBD Kota Gorontalo akan mendapatkan 1 unit alat yang dapat memantau sebelum terjadinya banjir atau peringatan dini bahaya banjir.
“Jadi sekarang timnya sudah di Gorontalo dan Kota Gorontalo menjadi salah satu yang menerima alat itu untuk memantau bahaya banjir agar kita bisa waspada dan siaga. Sebenernya banyak banjir akibat genangan air, karena dataran Kota Gorontalo hampir sama dengan sungai atau muara. Sehingga jika terjadi peningkatan debit air di bantaran sungai jadi cepat masuk ke pemukiman,” Tandasnya.
Reporter: Kris











