Scroll Untuk Lanjut Membaca
KRIMINAL

Penyidik Ungkap Hasil Ekshumasi Jenazah Mahasiswa IAIN Gorontalo

×

Penyidik Ungkap Hasil Ekshumasi Jenazah Mahasiswa IAIN Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Muhammad Arianto saat menyampaikan hasil Ekshumasi Jenazah Hasan Saputra Marjono, Mahasiswa IAIN Gorontalo yang tewas saat mengikuti kegiatan pengkaderan. (F. Kris / Dulohupa.id)

Dulohupa.id – Kasus kematian Hasan Saputra Marjono (19), Mahasiswa IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Gorontalo terus bergulir. Belum lama ini, Tim penyidik Polres Bone Bolango mengungkap sejumlah fakta hasil Ekshumasi (Pembongkaran makam dan pemeriksaan jenazah) yang dilakukan oleh kepolisian di makam Hasan. Terungkap bahwa kematian Hasan (Korban) akibat trauma tumpul di bagian kepala belakang.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli melalui Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Muhamad Arianto mengungkapkan bahwa saat ini hasil ekshumasi serta pemeriksaan laboratorium telah memberikan sejumlah kepastian terhadap meninggalnya korban. AKP Arianto mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, penyebab kematian langsung korban adalah akibat adanya kegagalan fungsi pernafasan.

“Kalau untuk penyebab kematian antaranya ada dua. Yakni akibat pendarahan di bagian kepala sehingga menekan pusat pernafasan. Kemudian yang kedua karena paru-paru tidak mampu mengembang untuk pertukaran udara. Dokter juga mengatakan jika saat kejadian terjadi ada penanganan cepat, Korban pasti masih bisa selamat dan tidak akan meninggal,” Ungkap AKP Arianto.

AKP Arianto juga mengatakan, Akibat trauma tumpul di kepala bagian belakang itu, korban mengalami pendarahan otak. Hal itu kemudian membuat pembuluh darah tersumbat dan menyebabkan kegagalan pernafasan.

“Jadi memang kontribusi penyebab kematian korban ini karena adanya trauma tumpul di bagian kepala. Tapi trauma tumpul ini bukan karena hantaman benda tumpul secara sengaja, tapi karena benturan. Dari hasil laboratorium tidak ada kejanggalan dan dokter memastikan bahwa kematian korban ini bukan karena ada bahan atau obat yang korban konsumsi sebelumnya,” Tambahnya.

Sementara itu, terkait luka dan lebam biru yang terlihat di sejumlah bagian tubuh korban. AKP Arianto mengatakan, Setelah pemeriksaan luar dan dalam jasad korban, Lebam biru merupakan lebam mayat. Sedangkan luka gores penyebabnya adalah goresan ranting atau tumbuhan di lokasi pengkaderan.

“Hasil pemeriksaan jasad korban memang tidak ada benturan yang sengaja terjadi, ini selaras dengan keterangan saksi. Menurut hasil pemeriksaan sejumlah saksi,korban sempat pingsan dan jatuh terlentang saat tengah mengikuti kegiatan. Saat itu kepala bagian belakang korban yang terbentur ke tanah,” ungkap AKP Arianto.

 

Penyidik Bakal Periksa Kembali Pihak Kampus

Lebih lanjut AKP Arianto mengatakan, Kedepannya penyidik masih akan memeriksa sejumlah saksi berdasarkan hasil Ekshumasi tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga akan mencari tau hubungan dan keterkaitan pihak IAIN Gorontalo tentang izin pelaksanaan kegiatan pengkaderan yang korban ikuti tersebut.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi titik terang dan tentu menjadi pembelajaran bagi kita semua. Sehingga nanti saat melakukan kegiatan bersifat lapangan harus memperhatikan keselamatan,” Tutupnya.

Sebelumnya, Salah seorang mahasiswa IAIN Gorontalo, Hasan Saputra Marjono (19) tewas usai mengikuti kegiatan pengkaderan di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Hingga kini kasus kematian Hasan itu tengah dalam penanganan Polres Bone Bolango.

 

Reporter: Kris