Dulohupa.id – Keluarga mahasiswa baru (Maba) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang meninggal dunia usai pingsan saat mengikuti pengkaderan menegaskan bahwa korban tidak mengidap riwayat penyakit apapun.
Maba bernama Hasan Saputra itu merupakan warga asal Desa Bongo Ayu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Hasan diketahui mengikuti pengkaderan mahasiswa baru (Maba) yang dilaksanakan oleh jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo di Desa Lompoto’o, Kecamatan Suwawa Tengah, Bone Bolango.
“Kalau dari cerita tante kami yang perawat, jam 11 itu korban mulai merasa pusing saat di pos 3 haiking. Disitu dia sudah sampaikan sama panitia bahwa dia sudah pusing terus habis itu dia ditanya sama panitia kalau masih mau lanjut atau tidak. Mungkin karena merasa bagaimana dengan panitia, korban pun masih lanjut hingga di pos terakhir korban ini rubuh dan kejang-kejang,” Tutur Kakak Korban, Mohamad Apriansyah.
Lebih lanjut, kakak korban menegaskan bahwa selama hidup, korban tidak memiliki riwayat penyakit seperti asam lambung maupun asma. Bahkan dirinya mengatakan bahwa korban semasa hidupnya tidak pernah masuk puskesmas atau Rumah sakit.
Mohamad Apriansyah juga mengaku bahwa dirinya sempat bertemu dengan korban di kos milik korban sebelum adiknya itu mengikuti pengkaderan tersebut. Dirinya menegaskan bahwa saat itu kondisi adiknya masih sehat dan tidak ada gejala maupun tanda-tanda sakit.
Namun, dirinya bersama pihak keluarga dikagetkan saat menerima kabar dari pihak panitia bahwa korban sudah meninggal dunia.
“Panitia beritahu kami sekitar setengah 6 mendekati maghrib bahwa adik saya sudah meninggal. Keluarga kaget karena tidak ada informasi lebih awal saat korban sakit. Korban ini dikabarkan masuk rumah sakit jam setengah 5 sore,” Ujarnya.
Tak hanya itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa dokter yang menangani adiknya mengatakan korban sudah meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Bahkan dirinya juga mengatakan bahwa ada luka garisan dibagian tangan sebelah kanan korban.
Parahnya, pihak keluarga tidak dapat menerima rekam medik dari rumah sakit untuk mengetahui penyebab dan waktu kematian korban. Hal tersebut dikarenakan korban tidak tercatat atas namanya Hasan Saputra, melainkan atas nama Ramdan Hasan. Apriansyah merasa heran dan bertanya kenapa panitia bisa salah dalam memasukan nama korban.
Reporter: Kris











