Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEINTERNASIONAL

PM Narendra Modi Ganti Nama India jadi Bharat

×

PM Narendra Modi Ganti Nama India jadi Bharat

Sebarkan artikel ini
India Bharat
Perdana Menteri (PM), Narendra Modi. Dok: AFP

India – Sebagai negara dengan populasi penduduk terbanyak pertama di dunia, nama India cukup terkenal dimata global. Rumor pergantian nama ini mungkin akan segera terjadi, dan diganti dengan nama Bharat.

Bharat merupakan nama asli dari India, sebelum datangnya bangsa kolonial untuk menjajah negeri ini. Bharat merupakan bahasa sansekerta yang menjadi bahasa ibu dari negara ini. Diketahui, bahwa India sebelumnya pernah dijajah oleh bangsa Inggris sehingga banyak hal fundamental yang terganti dan mengikuti jejak pemerintahan kolonial Inggris.

Pada pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, jejak peninggalan kolonial diupayakan untuk dihilangkan dari simbol-simbol pemerintahan Inggris yang tersisa, seperti lanskap perkotaan, institusi politik, dan buku sejarah India. Sejarah baru akan tertulis dan menjadi langkah besar dari negara ini, jika perubahan nama India berubah menjadi ‘Bharat’ terlaksana.

Perubahan nama ini terjadi setelah undangan negara ke KTT G20 menyebut India sebagai Bharat dan setelah Presiden Droupadi Murmu (presiden India) mengirimkan surat jamuan makan malam kenegaraan kepada para pemimpin dunia yang di selenggarakannya oleh “Presiden Bharat”. Seperti diketahui, bahwa pertemuan puncak KTT G20 akan diselenggarakan di New Delhi pada 9 September 2023.

PM Narendra Modi biasa menyebut India dengan sebutan Bharat, yang merupakan salah satu dari dua nama resmi negara ini berdasarkan konstitusinya.

“India adalah nama yang diberikan oleh Inggris, dan sudah lama tertunda untuk mendapatkan kembali nama asli kami ’Bharat’,” papar Narendra Modi.

Salah satu anggota partai penguasa, Partai Bharatiya Janata (BJP), telah berkampanye untuk menentang penggunaan nama India, karena nama ini berakar pada zaman barat dan diterapkan pada masa penaklukan Inggris.

Selama bertahun-tahun pemerintahan India disemua kalangan berupaya menghilangkan jejak era kolonial Inggris, dari mengganti nama jalan dan bahkan seluruh kota. Keinginan perubahan nama ini semakin intens di bawah pemerintahan PM Narendra Modi, ketika dalam pidatonya menekankan agar India meninggalkan jejak “pola pikir kolonial”.

Belum lama ini, pemerintah India menrencanakan untuk melakukan perombakan besar terhadap hukum pidana negara itu, bahkan PM Narendra Modi juga telah menghapus nama-nama tempat Islam yang diberlakukan pada masa Kerajaan Mughal sebelum pemerintahan Inggris.

Langkah yang di ambil India menurut para kritikus adalah simbol dari keinginan untuk menegaskan supremasi agama mayoritas Hindu di negera ini. India belum akan merdeka jika referensi kolonial Inggris belum terhapus, sebagaimana yang digambarkan oleh Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah.

“Tanda-tanda lain dari perbudakan kita”. kata Amit.

Content Writer/Yayan