Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialGORONTALOLINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Lahan Kritis Meningkat, Fayzal Lamakaraka: Kita Belum Didukung dengan Data

×

Lahan Kritis Meningkat, Fayzal Lamakaraka: Kita Belum Didukung dengan Data

Sebarkan artikel ini
Lahan RHL
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka. Foto/ist

Dulohupa.id – Luas lahan kritis di Provinsi Gorontalo terus bertambah meskipun pemerintah telah berupaya melaksanakan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Program RHL untuk mengurangi lahan kritis pada kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya telah berupaya melakukan intervensi kegiatan baik dalam kawasan maupun diluar kawasan hutan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus, APBD dan Dana Alokasi Umum murni.

“Sejauh ini kita tidak bisa mengukur tingkat keberhasilan, singkatnya di RPJMD ada 1000 hektar yang harus kita intervensi di luar kawasan. Namun berbanding terbalik dengan jumlah luas kawasan lahan kritis di Gorontalo tiap tahun. Sehingga saya berpikir kapan kita akan memelihara dan apa yang akan kita pelihara, ini yang masih menjadi tanya tanda tanya,” Ungkap Kadis LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, Rabu (14/06/2023).

Disamping itu, Fayzal Lamakaraka mengajak agar seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama memetakan selama kurang lebih 4 sampai 5 tahun kebelekang untuk melakukan penanaman. Ia mengajak agar semua pihak turut bersama-sama merumuskan segala permasalahan RHL  yang ditemukan dilapangan.

“Lahan kritis saat ini bukannya berkurang tapi justru bertambah, namun sekarang kita tidak bisa menyalahkan program atau pun menyalahkan masyarakat. Maka dari itu, solusi dari masalah itulah yang akan kita cari bersama. Kita tidak didukung dengan data, karena logikanya setiap tahun kita kurangi 1000 hektar lahan kritis, tapi kenyataan dilapangan tidak seperti itu. Hal itu karena kita tidak mengantisipasi adanya pembukaan lahan di dalam, ada juga kecenderungan masyarakat yang tidak memelihara tanaman yang kita tanam,” Jelas Fayzal.

Oleh karena itu, Fayzal Lamakaraka mengungkapkan bahwa kedepan saat melaksanakan program, tidak akan selamanya melakukan penanaman atau dengan program RHL. Namun dimungkinkan untuk pelaksanaan program pendampingan pemeliharaan dan peningkatan kapasitas kepada Kelompok tani hutan yang ada.

“Bahkan bisa jadi kami akan memberikan suntikan dana dan suport kepada mereka untuk meningkatkan ekonomi melalui manfaat dari RHL. Sehingga saya terus menekankan agar KPH bisa memberikan data yang sesuai dengan dilapangan, sehingga nanti dokumen itu akan jadi bahan evaluasi kita untuk merencanakan kegiatan selanjutnya,” tegas Fayzal Lamakaraka.

Reporter: Kris