Scroll Untuk Lanjut Membaca
KOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Kolaborasi Kurangi Kawasan Kumuh di Kota Gorontalo bakal Ditingkatkan

×

Kolaborasi Kurangi Kawasan Kumuh di Kota Gorontalo bakal Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini
Kawasan Kumuh
Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono saat memberikan arahan terkait upaya pengurangan kawasan kumuh di Kota Gorontalo. Foto: Diskominfo

Dulohupa.id – Pemerintah Kota Gorontalo terus berupaya lebih maksimal dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengurangi kawasan kumuh di Kota Gorontalo.

Wakil Walikota Gorontalo, Ryan Kono mengungkapkan bahwa saat ini budaya apatis terhadap pembangunan Pemerintah atau ketidak pedulian dengan keadaan lingkungan menjadi tantangan besar yang harus diformulasikan. Dimana, kondisi kawasan kumuh sering mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk, menjadi sumber pencemaran dan penyebaran penyakit serta prilaku-prilaku menyimpang yang justru berdampak pada wilayah perkotaan.

“Kita ketahui warga yang paling tidak terpenuhi kebutuhan fasilitas perumahan atau permukimannya adalah mereka yang tergolong berpenghasilan rendah. Sehingga kita perlu upaya yang lebih maksimal dan membangun kolaborasi bersama dalam mengurangi kawasan atau permukiman kumuh yang ada di Kota Gorontalo,” Ujar Wakil Walikota, Ryan Kono.

Lebih lanjut,  Ryan Kono menegaskan kedepan pihaknya akan memelihara, membangun kawasan-kawasan kumuh yang ada menjadi lebih baik dengan menggunakan dana sendiri yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat. Sehingga diharapkan kedepan masalah-masalah tersebut dapat dipecahkan.

“Saat ini sudah hampir 25 Milyar anggaran yang dialokasikan untuk penanganan kawasan kumuh di Kota Gorontalo. Dana itu berasal dari APBN semenjak tahun 2017 sampai 2021 dan telah membantu percepatan penurunan kawasan kumuh beberapa tahun lalu. Maka kini kita perlu memformulasikan strategi-strategi dalam rangka memelihara, membangun atau meningkatkan kawasan kumuh 1 level diatasnya,” Ungkap Ryan.

Wakil Walikota Gorontalo itu juga menyampaikan bahwa yang menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana kemudian infrastruktur yang sudah dibangun, bisa dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik dan berkelanjutan. Ryan menegaskan perlu adanya kesadaran masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Bahkan, dirinya meminta agar dalam persoalan lingkungan dapat dilakukan dengan pendekatan agama sesuai adat dan budaya yang telah diterapkan sejak lama.

“Saya rasa kalau dengan pendekatan agama, akan lebih menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan lingkungan atau kawasan kumuh. Semoga kita dapat menghasilkan rencana kerja sebagai tindaklanjut yang akan menjadi panduan kita dalam mengentaskam kawasan kumuh di Kota Gorontalo,” Imbuhnya.

Reporter: Kris